Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 16 Maret 2015

Berlabuh di Hamburg

Terlaksana juga perencanaan kami berbulan-bulan lalu, setelah beberapa kali ganti tujuan dan dihalangi oleh tiket yang harganya tak menentu. Maka mulailah perjalanan kami dengan berangkat pagi buta, menjadi penumpang pertama di halte bus pertama, berlarian dikejar dan mengejar kereta, akhirnya kami pun berlabuh dengan santai di Hamburg, Jerman (14/03).


Pelabuhan Hamburg



Kanal Alster .. Binnenalster



Berkat Hamburg, kami pun bisa naik kereta Intercity Express (ICE) dengan biaya agak terjangkau. Ya untuk  menekan biaya transportasi, Kiki dan penulis sangat suka berburu tiket murah yang ditawarkan Deutsche Bahn (DB). Hahaha!

Turun dari kereta Intercity Express (ICE), kami pun membuktikan sendiri bahwa stasiun tersebut termasuk salah satu yang sibuk di Jerman. Ya, mungkin karena Hamburg juga kota terbesar kedua di Jerman kali ya.


Depan HBF 


Segeralah kami berjalan ke Pusat Informasi untuk mencomot peta gratis sebagai pelengkap perjalanan kami. Kami sendiri sudah memiliki bekal peta hitam putih yang dicetak diam-diam di Tempat penulis kerja hahaha. Peta tsb bersumber dari situs AMEROPA. Untuk menghindari buang waktu di Hamburg, kami sempat belajar bersama dari buku, website resmi Hamburg dan AMEROPA.



Kerena......

Glory A math Vactory
(Kemenangan Butuh Persiapan) - Film The Mechanic

Cieeee!

Sebagai penganut aliran Maximal at One Day, inilah rute perjalanan Jalan-jalan di Hamburg kami yang menurut Kiki masuk dalam kategori santai dan sak penake alias sesuka hati hihihihi.

“Sebelum lebih jauh, foto-foto yang ada di sini merupakan dokumentasi Kiki dan Penulis. Kalo yang bagus-bagus, mungkin itu diambil oleh Kiki, karena doi fotografer. Yang lumayan-lumayan berarti diambil penulis yang masih belajar fotografi dari Kikik. Huhuy!”

  • Pertama, kami berjalan dari Hamburg Hauptbahnhof (Hamburg HBF) sekitar 15 menit ke arah Mönckebergstraße. Mönckebergstraße adalah sebuah nama jalan d Hamburg dan  menjadi jalan dengan  jalur terpanjang perbelanjaan.Terdapat Passage-passage juga. Kanan kiri, ada butik-butik menengah ke atas, gerai makanan, toko parfum, dll. Di sini kami hanya jalan santai tanpa tujuan untuk belanja-belanji, hahahah. Di dekat-dekat situ, kami melihat sejenak Hauptkirche St. Petri.
secuplik Mönckebergstraße
Hauptkirche St. Petri


  • Dari Hauptkirche St. Petri, kami sudah melihat atap hijau kebiruan dari bangunan yang menjadi incaran kami, yaitu Rathaus. Balai kota ini begitu memikat untuk diabadikan oleh memori manusia dan memori kamera kiki yang baru. Letaknya yang ada di Pusat kota, mudah untuk dijangkau. Tidak hanya asik dinikmati dari luar, orang-orang diizinkan masuk ke dalam pada hari Senin-minggu menikmati gaya bangunan neoklasik tersebut.
Rathaus Balai Kota Hamburg



  • Tidak ingin terlena dengan Rathaus, pergilah kami menuju halte U-Bahn  Rathaus menuju ke tempat berikutnya. Naik metro U3 jurusan Barmbek, Hamburg turunlah kami di tempat pemberhentian U-Baumwall. Dari situ, kami menyebrang untuk membuktikan cantiknya Speicherstadt. Kalo diartikan secara harfiah, Speicherstadt berarti kota penyimpanan. Kompleks di Sini berfungsi sebagai gudang-gudang penyimpanan. Saking luasnya, kami tak bisa meneksplore semuanya.

Speicherstadt

  • Di situ banyak jembatan-jembatan kecil.  Sempat kami jalan-jalan sebentar memandang rapinya tempat tsb untuk ukuran sebuah gudang. Oya, jika punya waktu lebih di Sekitaran kompleks ini juga ada Miniatur Wunderland, yang punya miniaturnya kota besar Hamburg dan miniatur Eisenbahn terpanjang. Supaya gak antri, reservasi online terlebih dahulu lebih disarankan. Cek di Hamburg.de! ^__^



  • Juga masih sekompleks dengan Speicherstadt, ada sebuah bangunan modern dengan arsitektur unik. Menurut penulis, bentuknya itu seperti gelembung-gelembung busa gitu loh. Bangunan ini belum benar-benar selesai. Menurut Hamburg.de, Elbphilharmonie akan selesai pada 2017 mendatang. Bangunan tersebut akan difungsikan sebagai gedung konser.



  • Kami melanjutkan perjalanan menuju ke Hamburger Hafen alias pelabuhan Hamburg. Tempat ini menjadi tujuan populer juga, alasannya si mungkin karena Hamburg kan kota pelabuhan terbesar di Jerman. Oya kalo diperhatiin, penulis baca di Jalanan, Hamburg juga masuk Hansestadt, sebuah perkumpulan masa silam bagi negara-negara perdagangan. Lebih jelasnya googling yaa.



  • Kapal-kapal besar, panganan dengan bahan dasar ikan, oleh-oleh bisa dinikmati di Sini. Kami tidak jadi naik kapal, karena hari sedang hujan. Tak apalah, kami cukup terhibur memotret pelabuhan dan menikmati Landungsbrűcken. Selesai minum secangkir kopi dan cokelat hangat, kami sempatkan diri membeli oleh-oleh kecil seperti kartu pos dan magnet serta cuci mata di Pusat oleh-oleh.


  • Kami pun kembali menaiki metro U1 Wedel yang mengarah ke destinasi selanjutnya, sebuah distrik  yang namanya Reeperbahn.  Ralat  30/04/16




  • Tujuan kami tidak aneh-aneh, cuma ingin napak tilas di tempat The Beatles menapaki karir. Tempat ini ada di daerah Reeperbahn. Sebagai bentuk penghormatan didirikanlah sebuah panggung sederhana, dengan patung transparan para personil the Beatles. Tempatnya tidak besar, namun cukuplah jika ingin sekedar berfoto di Situ. Nama tempat tersebut pun dinamai The Beatles Platz.


Hamburg memang memiliki andil lumayan dalam perjalanan karir grup legendaris itu, bahkan John Lennon bilang, “I might have been born in Liverpool but i grew up in Hamburg.”


Patung Transparan Personel The Beatles dengan Vokalis Barunya


  • Selanjutnya kami pun menyusuri jalan berikutnya menuju ke Hamburger Michel. Menaranya memiliki tinggi 106 m.
dok kiki, Hamburger Michel


  • Puas di sekitaran Reeperbahn untuk belanja cinderamata beruba gantungan kunci yang lumayan oke, kami memutuskan menjejakkan kaki di Danau Alster. Di situ kami santai-santai. Sejuk dan dingin. Dari Reeperbahn kami naik metro dan turun di Jungfernstieg. Kaluar dari halte, kami disambut danau Alster.

  • Untung kepalang, dekat danau ada sebuah tempat perbelanjaan yang bernama Alstershaus. Harusnya, kami bisa saja ke Altershaus saat awal-awal di Mönckebergstraße. Tak apalah, toh di situ kami juga sebenarnya gak masuk hahahah, takut ngiler ngeliat harganya.



Banyak sekali toko-toko, termasuk Apple Store yang menarik perhatian orang dengan memamerkan produknya yang bisa dijajal sekaligus bisa jadi wahana ngenet gratis. Gila ya!

Tak jauh dari situ, ada kanal cantik. Dari situ kami bisa melihat Rathaus dari sisi yang lain. Oya, waktu foto-foto di situ, ada ibu-ibu yang ramah tiba-tiba ngasih bunga ke kami berdua. Kirain ya ngasih bunga Cuma-Cuma, ternyata itu Cuma modus mengemis. Dia minta duit ke kami berdua, maksa lagi. Akhirnya kami Cuma bilang “No, we dont have!” Huuufffft!


Kami kembali lagi ke Rathaus. Selesailah one day trip kami. Sebelum pulang ke Mainz dan Ingelheim, kami makan-makan di dalam Stasiun besar Hamburg.

Perjalanan ke Hamburg menyisakan kenangan yang indah, gak rugilah jauh-jauh ke Utara. Daripada dihantui rasa penasaran terus akan Hamburg.. hihihi.

Dan perencanaan kami gak sekedar menguap begitu saja. Thanks God!




A Journey of a thousand miles begins with a single step – Lao Tzu

Nice!






7

7 komentar:

  1. jadi, ngiri liat foto2nya. kapan yak bisa ke situ ? :D

    BalasHapus
  2. Secepatnya mas
    hehehe

    Makasi sdh ngeliat fotonya mas efendi :)

    BalasHapus
  3. Gorgeous:)
    Fitri hebat yah udah ke jerman aja,pengen^^

    BalasHapus
  4. Makasi mb dinaaa
    apa kabr nii? Tambah cantik mbk dina ni :*

    BalasHapus
  5. say, kok Reeperbahn lokasi pelacuran sih hihihihi?
    D sana nggak senegatif itu kok , banyak orang "awam" juga, perbandingannya kayak Legian d Bali gitu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi Mona uda dikoreksi :)

      Hapus
    2. pemilihan diksiku tidak tepat.. Danke dir :D

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D