Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 04 Mei 2015

Jalan-Jalan di Berlin

Are you happy there?

Yes because  we like going everywhere, without any destination and only enjoy the walking. (Note book from Kiki as my Birthdays gift)

Enjoy in berlin... enjoy everywhere. Jalan-Jalan di Berlin...

Inilah rekaman cerita perjalanan kami di Berlin pada sabtu-minggu (25-26 April 2015)

Semoga bermanfaat!





Sebelum berangkat pagi jam 03.56 dari kediaman Gastfamilie Kiki, malamnya kami sepakat memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat berikut untuk jangka waktu 2 Hari.

1st Day
2nd Day
         Reichstag
        Brandenburger Tor
         Postdamer Platz
        Sony Center
         Checkpoint Charlie
         Oberbaumbrűcke
        Warschaustr.
        Alexander Platz
          Fernsehturm
         Berliner dom
        Museum Insel
         Ke Postdam (Schloss Sansouci)
        Berlin Tiergarten
         Kűrfűrstendam
        Schloß Charlotenburg

                 
Riset bersumber dari City Guide Berlin pinjaman perpus Ingelheim, berlin.de, situs travelling, Ameropa, peta Berlin yang ditaklukan Kiki.

Bahan riset


Kereta ICE (Intercity Express) membawa kami selama 4 jam dan pada 09.23 kami telah sampai di Berlin HBF (Hauptbahnhof).

 Nb : harga tiket PP 39 Euro perkepala, karena kami dapat kupon beli 1 gratis 1, Mitfahrer Gutschein.


Sebagai ibukota Jerman, tak heran stasiun Berlin begitu modern, padat, besar dan membingungkan di awal-awal. Setibanya di Stasiun, kami segera menitipkan 2 ransel kami di Locker stasiun.  Tak lupa, kami mencari tempat untuk sarapan. Di depan stasiun ada warung Asia yang menyediakan menu dengan harga terjangkau.



Jalan Kaki menjamah Berlin, kenapa tidak?   
                              
Letak bangunan populer seperti Reichstag, Brandenburger Tor, Kanzleramt, Pariser Platz, Tirgarten berada dalam lingkaran yang sama. Dari Berlin Hauptbahnhof bagian belakang, papan petunjuk jelas menerangkan jika Reichstag dan Brandenburger Tor sekitar 750 meter dari situ. Jika ingin sejenak memerhatikan suasana belakang HBF, sudah banyak pelancong-pelancong yang berfoto terlebih dahulu dengan latar belakang HBF. Suasana makin marak dengan para penjaja Bus City Tour yang dilengkapi dengan Guiede yang akan menemani. Pilihan ini bisa jadi alternatif menarik juga lo.



Panorama menuju Reichstag begitu beragam, sesaat sebelum menyebrang jalan, kami disuguhi danau dan kapal yang mengarungi danau tsb. Begitu tiba di depan halaman Reichstag, suasana santai terpapar di depan mata, banyak orang yang duduk dan berceloteh di atas hamparan rerumputan hijau itu, beberapa anak kecil malah bermain bola, asiknya suasana itu membuat kami berdua betah berlama-lama di Situ.



Memandang Reichstag sebenarnya tidaklah cukup jika belum masuk dan berkeliling di Dalamnya. Sayang, kami belum melakukan reservasi online sehingga kami cukup memandang Reichstag dari luaran. Kiki sebenarnya sudah berinisiatif mendaftar online, sayang kuota sudah penuh pada 25/4 itu. Oya, di depan Reichstag juga terdapat Kanzleramt, kantor kanselir Jerman bekerja. Itu lo bu Angela Merkel.

Lebih dari 1 jam kami terbius suasana santai di Reichstag, kami pun melanjutkan perjalanan ke Brandenburger Tor. Hari tersebut jumlah wisatawan cukup banyak, lalu lalang orang memadati tempat populer di Berlin itu. Mungkin, orang-orang penasaran ya gimana sih betuk dari simbol persatuan Jerman itu.

And here we are.......




Brandenburger Tor akan terlihat jelas jika diambil dari Pariser Platz. Kebanyakan orang-orang berlomba untuk mencari spot terbaik membidik gambar termasuk kami berdua ini.

Kemana setelah Brandenburger Tor?

Sesuai dengan rencana ingin berjalan kaki, setelah Brandenburger Tor kami berdiri sejenak di sebuah tempat peringatan yang dinamai Holocaust Mahnmal. Tempat ini terdiri 2711 balok-balok beton. Pengunjung diharapkan turut mengenang para korban dari Nazi.



Di seberang jalan, mata akan melihat rimbunan pohon berdaun hijau segar. Tempat ini merupakan sebuah taman yang dikenal sebagai paru-paru Berlin, Tiergarten. Kami mengunjunginya keesokan pagi.

Dari Holocaust Mahnmal, perjalanan kami lanjutkan menuju Postdamer Platz. Ada sisa-sisa tembok Berlin di Situ. Informasi disajikan di Situ bagi yang ingin mengetahui secara singkat tentang runtuhnya tembok Belin.



Dikutip dari Portal resmi Berlin, Postdamer Platz sendiri merupakan sebuah pusat perayaan pesta film Belinale. Di situ juga terdapat museum film dan televisi yang memamerkan 100 tahun sejarah perjalanan  film Jerman dan 50 tahun sejarah pertelevisian Jerman. Masih di area Postdamer Platz, kami melihat arsitektur menarik dari bangunan Sony Center. Bentuknya meyerupai payung yang menaungi kafe dan tempat perbelanjaan di bawahnya.



Perjalanan berlanjut ke Checkpoint Charlie.



Mengunjungi Alexander Platz

Hari itu memang santai, walaupun begitu masih ada beberapa tujuan wisata yang ingin kami kunjungi. Maximal at one day! Waktu kami Cuma 2 hari, sedang Berlin begitu banyak menawarkan tempat-tempat cantik yang tak selesai dalam 2 hari.



Alexander Platz adalah sebuah tempat populer di Berlin. Bangunan-bangunan yang tinggi menawan dan tentu saja Fernsehturm yang memikat. Tugu yang tingginya lebih dari 300 meter, bangunan tertinggi di Jerman. Penulis dulu pernah naik Fernsehturm waktu awal-awal di Jerman bareng mantan keluarga angkat yang di Berlin. Dari situ bisa melihat kota Berlin yang modern, rapi dan oke.




Di Komplek yang sama ada beberapa hal bisa disaksikan.

Berliner Dom




Rotes Rathaus



St. Marienkirche



Neptubrunnen











Lalu berjalan menuju ke Museum Insel



Dijuluki pulau museum karena memiliki beberapa museum terkenal seperti Altes Museum, Neues Museum, Pergamonmuseum, Alte Nationalgalerie, Bodenmuseum.


Waktu sudah semakin sore, saatnya kami menuju masjid Indonesia, Al-falah, Berlin. Di sana kami datang menemui Endang yang menjadi penampung kami hehehe. Kebetulan, di Masjid sedang ada acara Muslimah Day.

Hari kedua? Melayang di Berlin

Malam hari kami berembug panjang, tujuan ke kota Postdam harus kami batalkan. Hari kedua di Berlin kami ingin lebih banyak bersantai menjejak Berlin. Kami ingin melayang di Berlin.

Di depan Brandenburger Tor, ada seorang yang duduk ngglesotan di Lantai. Seorang yang lain berpose dengan melompat-lompat. Pengunjung lain yang ada di Sekitaran diabaikan oleh mereka berdua.

“Satu... duaaaa tiga” teriak yang sedang ngglesotan. Ada pengunjung lain yang ikut-ikut berteriak. “Duaaaa”. “Gimana, kena gak? Tanya yang dari tadi melompat-lompat. “Kena dikit, ulangi aja.” Begitu seterusnya sampai berkali-kali.



Foto yang lain ada di Instagramnya Kiki.


Dua orang tsb adalah Kiki dan penulis. Penulis pernah cerita kan si Kiki hobi fotografi dan penulis lagi belajar dari Kiki? Hari itulah penulis praktek dari teori “mengambil foto melayang”. Setelah teriak-teriak, jeprat jepret akhirnya ada hasil bidikan yang berhasil penulis ambil. Thanks ya Kik udah sabar ngajarin!

Praktek foto melayang juga dijajal di depan Reichstag.

Setelah foto-foto gila, kami jalan-jalan sangat santai di Tiergarten ke Haus der Kulture..


Dari Tiergarten kami naik bus 100 melewati

Siegesäule

Schloss Belleveu

Menuju ke Gedächtniskirche



Hmm, baru sebentar di Situ hujan pun turun. Kami bergegas naik bus lagi yang ternyata salah tujuan hehehehe. Entahlah, karena mungkin sudah lelah kami mantabkan diri pergi ke Stasiun Berlin untuk menunggu kereta yang membawa kami ke Mainz.

“Tidak semua keinginan bisa dipenuhi dalam satu waktu, ya kan?”


Pulanglah kami dengan bekal 12 donat di dalam kereta.


Terimakasih....

Lanjutan sistem transportasi di Berlin, menyusul....

Dok Kiki dan Pipid

Bersambung bentar yaaa..
4

4 komentar:

  1. Kak bole Minta kontaknya WA atau Apa kak line... Ingin tanya2 anaknya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah tercantum lo di Blog.
      Line : @empidd

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D