Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 21 Januari 2016

Berkunjung Ke Kubah Reichstag

Hamparan rumput yang hijau itu hilang! Ia ditelan musim yang dingin dan merubahnya menjadi putih. Salju menyelimuti seakan menguliti warnanya yang asli. Dari balik kaca, kuintip Berlin yang memutih. Diam-diam kuamati dari segala penjuru. Kulihat Stasiun, Fernsehturm, Kantor dan semua dari atas, dari sebuah kubah berkaca.

halaman Reichstag musim dingin


Kubah berkaca gedung parlemen Jerman (Reichstag) memberiku kesempatan melihat pemandangan Berlin dari atas. Beberapa ke Berlin, penulis Cuma melihat Reichstag dari luar, dan hari ini (20.1.16) saatnya untuk merasakan sensasi masuk ke gedung “DPR”nya Jerman yang ada di Ibukotanya.

kubahnya yang setengah bulat

Mengunjungi Reichstag ini masuk dalam bagian atraksi wisata lo dan yang penting adalah Gratis. Sewaktu penulis ke Sana, kebetulan bareng sama rombongan anak SD-nya Jerman. Jadi, ini terbuka untuk umum. Bisa buat semua yang berminat. Di belakang penulis waktu antri ada beberapa lansia, ada orang Itali, Jepang, ada remaja-remaja tanggung dan ada beberapa pasangan muda mudi yang pacaran.

Bagaimana Berkunjung ke Reichstag di Berlin?

Hal utama sebelum masuk ke Sana adalah mohon ijin terlebih dulu. Bukan Cuma bilang permisi, tapi seseorang perlu terdaftar. Pendaftaran bisa dilakukan di Tempat, yang berarti mungkin antrinya panjang. Nah, supaya lebih mudah, daftarkan diri lewat www.bundestag.de.

Cukup Mudah, tinggal klik aja pilihan mana yang kita mau. Ada pilihan mau ngikutin jalannya sidang, tour reichstag yang 90 menit atau Cuma mengunjungi kubahnya aja. Penulis kemarin Cuma ngunjungi kubahnya doank.

Setelah isi data, seperti nama, alamat, tanggal lahir dan jam besuknya, kita akan dibalas dengan email otomatis mengenai pada jam berapa kita bisa masuk. Saat mengisi permohonan jam, ada 3 waktu yang berbeda dan bisa dipilih. Contoh penulis : Milih jam 10:15, 10.45 atau jam 13.15. Nah, yang dikabulkan adalah yang 10 :15.

Kalo sudah dapat konfirmasi, pada hari yang sudah ditentukan, bisa deh masuk. Syaratnya Cuma nunjukin lampiran yang ada di email dan tanda pengenal (passpor biasanya).

Pengalaman Berkunjung ke Reichstag

Sudah bisa lolos, belum tentu bisa langsung masuk. Kemarin, jaket, tas, hape, diperiksa dulu sama para petugas. Habis diperiksa pake mesin deteksi bla bla, nunggu dulu sampe semua rombongan yang dapat jatah 10 : 15 ada. Kami dipandu oleh anak-anak muda yang kece deh.

Menuju kubah, kami naik lift yang gedhe banged, bisa muat 25an orang. Sampai di atas, kami yang berminat boleh ngambil audioguide. Audio guide ini tersedia dalam beberapa bahasa, sayang bahasa Indonesia gak ada. Isinya kira-kira 20 menit, becerita mengenai Reichstag dan lingkungan sekitarnya. Bahasanya mudah dicerna kok. Untuk Jerman juga yang sederhana.

Inilah dia isi dalam kubah :




Dari atap Reichstag, di Dekat Kubah :





Ada 41 bangunan penting yang bisa dilihat dan tentunya pemandangan kota Berlin. Pada waktu itu, salju dimana-mana, jadinya semua putih dan mendung. Mengintip Berlin dari atas bisa jadi alternatif buat cuci mata dan pikiran! Dalam Kubah, selain mendengarkan Audioguide, pengunjung disuguhi pameran foto-foto.



3

3 komentar:

  1. Cari yang bahasa Jawa, mbak audioguidenya, siapa tau ada malahan :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D