Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 31 Juli 2016

Di Jalan Berbatu

Di atas Jalan berkelok yang sana-sini ditambal, berjejalan kendaraan besar kecil, di mana mereka saling mencari celah. Badan jalan berbeda-beda, dipenuhi motor dan mobil, seakan menunjukkan betapa gesitnya orang masa kini berkendara.





Di Bagian lain ada badan yang masih mulus, ada yang berbatu, berdebu, berpasir, kadang ada yang licin.

0

Sabtu, 30 Juli 2016

Pengalaman Belajar Bahasa Jerman ala Pipid

Memberi target pada diri sendiri itu penting. Dulu, sebelum berangkat ke Jerman saya memaksa diri agar hafal kosakata sebanyak-banyaknya. Tujuannya, supaya bisa nyambung kalo diajak ngobrol. Bahkan, sampai di Jerman saya tetap harus berjuang supaya terus nyambung. Saya ingat betul, hari kedua saya datang, saya bikin daftar kata baru (yang baru saya dengar) di Buku kecil. Mulai dari nama mainan, makanan, pokoknya yang berhubungan dengan komunikasi sehari-hari.


catatan masa lalu


Saat ini banyak cara untuk terus mendukung kemampuan berbahasa kita, lewat buku, lewat youtube, lewat blog, lewat orang, lewat ini itu. Nah, ayoo manfaatkan! :D sekarang, saya juga belajar lagi lewat youtube dan website semacam dw.de dan proyek ini ni : Fit in Deutsch Boyolali
0

Selasa, 26 Juli 2016

Observasi Kecil di Kelas Pak Zuhri

Kelas ibarat sebuah panggung, peserta didik ibarat penikmat dan Guru adalah sutradara sekaligus aktor. Ia yang menjadi sorotan, maka tak salah jika menyebut mengajar adalah sebuah seni. Sebuah kemampuan yang harus terus diasah dengan memanfaatkan banyak hal.

Dari banyak hal yang bisa dilakukan, hari ini (26/07) saya memilih untuk memperkaya referensi mengajar dengan melihat bagaimana Guru senior tampil di Muka kelas. Tawaran Pak Zuhri yang spontan, saya sambut dengan semangat 2016. Akhirnya, rencana saya bisa terealisasi. Danke Pak Zuhri. Pak Zuhri ini adalah guru senior bahasa Indonesia dan hits jaman saya masih jadi murid (sampai sekarang masih sih). Eh, sekarang kami jadi kolega men :D.



2

Senin, 25 Juli 2016

Cara Simpel Menghafal Nama Murid :D

Jumlah peserta didik kelas XI 280an, kelas X 360an, totalnya ada 640. Belum lagi jika ditambah kelas XII. Wah...640 anak dengan nama yang berbeda-beda. Bagaimanakah seorang Guru bisa hafal semua nama mereka?



Saya salut sekali dengan Guru-guru kehidupan saya, yang sering masih ingat nama mantan muridnya bahkan hafal kebiasaannya. Pernah suatu waktu, saya dan beberapa orang berkunjung ke Bapak Guru yang sedang sakit. ketika kami datang, ia berfikir ejenak dan kemudian mengingatkan akan beberapa kebiasaan konyol yang pernah dilakukan di Kelas. Tak Cuma itu, ia masih hafal nama panjang kami.
0

Yah dihukum deh -_-

Minggu kemarin adalah minggu pertama mengawali tahun ajaran baru (18-23/07). biasanya sih, sehabis masa orientasi, pelajaran untuk kelas X belum efektif. Kesempatan masuk kelas digunakan para Guru untuk berkenalan, bincang-bincang, ancang-ancang materi dan berbagai hal yang dilakukan supaya bisa mencairkan suasana.

Buat saya pribadi, ini jadi momen penting, pertama dan menyenangkan. Semester kemarin kan saya masuknya ditengah-tengah, jadi belum merasakan atmosfer begini. Jadi, bener-bener PDKT dari awal men.



Hari pertama masuk di Kelas sepuluh, saya isi dengan sedikit perkenalan, kesepakatan kontrak kelas dan  dasar materi bahasa Jerman.Masuk di Kelas, saya langsung teringat masa SMA dulu. Kebetulan ni, saya mengajar di Sekolah yang dulunya tempat belajar saya.

Waaa, bau-bau masa yang menyenangkan itu menyeruak. Ehm...Jauh-jauh hari, saya sudah membayangkan bagaimana hari pertama masuk di Kelas peserta “unyu-unyu” itu.

Dan cerita baru dimulai.....

Setelah perkenalan dan sedikit game pencair suasana, tibalah saatnya mengumumkan kontrak kelas. Simpel aja sih, kesepakatan pertama yang saya tawarkan adalah Barangsiapa yang masuk kelas telat lebih dari 10 menit, maka wajib baginya mewartakan sebuah berita positif. Apapun temanya, yang penting muatannya positif. Gitu aja. Jadi, baik saya atau mereka yang telat diharap untuk jadi reporter dadakan di Kelas.

Ide ini muncul demi membangkitkan semangat berpikiran positiv. #Eaaaa. Anak-anak yang masih unyu ini, disarankan untuk membaca berita lewat goodnewsfromindonesia.com. Jadi, ntar sekalian buat melatih public speaking siapa tahu ntar mereka ada yang kayak Najwa Shihab.

Mereka sepakat. Kesepakatan kami akan berlaku mulai minggu ini. Jeng....jeng.



Hari ini pun dimulai...

Yaaaaap! Sayalah yang kena sanksi pertama. Saya telat masuk -____-. Jadi, ceritanya sehabis upacara bendera ada pembekalan rutin dulu untuk para Guru dan setelah itu baru masuk kelas. Naaaaah, sehabis pembekalan itu saya tertahan sejenak karena beberapa hal. Perasaan saya mulai gak enak nih, soalnya jaringan internetnya elek dan saya gak bisa akses berita. Saya tahu, saya bakal telat 10 menit. Jaringan internet, saya butuh kamu buat update berita!

Skip...

Na na ni na. Benar saja, sebelum masuk kelas, tidak ada siswa yang berhamburan di Luar. Mereka duduk tenang dan sudah senyum-senyum. Bdw, saya seneng mereka menjalankan kesepakatan yang ada. Wajah-wajah sok imut itu terlihat semakin menggila dari kaca jendela. “Frau Fitri telaaaaaat.... baca berita buuuuuu.” Sambut mereka bahagia.

Hmmmmmmmmmmmmmm.

Oh mann.... :P

Oke, menaati kesepakatan maka saya menceritakan beberapa berita untuk mereka. Selesai menjalankan sanksi, pelajaran pun dimulai.

*Gak tahu kenapa, saya punya optimisme besar pada mereka, generasi penerus bangsa. Semangat! Maju terus.....



0

Rabu, 13 Juli 2016

Garis Besar Program Fit in Deutsch (Semester Baru :D)

Dalam perjalanan, ada beberapa hal yang ditemukan dan kemudian ditata ulang. Iya gak? Begitu juga dengan proyek pribadi Fit in Deutsch.. Nah, kalo kemarin saya baru ngepost soal kursus di Pos ini :


Sekarang saya lengkapi. Selamat membaca ^___^



Ada Programnya?
2

Minggu, 10 Juli 2016

Halal Bihalal Trah Wongso Sentiko

Ciri khas yang tak bisa ditinggal di Indonesia semasa lebaran adalah halal bihalal. Sebuah acara bertajuk silaturahmi dan ajang bertemu, berkenalan, bermaafan dan reunian. Inilah salah satu bentuk kebiasaan yang tidak bisa tergantikan. Sebuah sensasi menggelora ;D.

Pas salaman



Gagasan itulah yang kemudian secara spontan dieksekusi mulai tahun kemarin, yaitu mempertemukan kembali tulang-tulang terpisah trah simbah Wongso Sentiko. Tahun lalu, penulis masih di Jerman dan harus puas melihat dokumentasi gambar dari para sepupu. Berbeda dengan sabtu (8/7) ini, akhirnya penulis ikut terlibat dalam acara halal bihalal ini.

Yap! Dengan segala hal yang telah dilewati, keluarga besar mbah Iman S, yang ada di Boyolali berhasil menjadi tuan rumah. Berhasil? Ini opini pribadi sih yang melihat beberapa indikator, seperti jumlah peserta yang hadir dan makanan yang habis.  

Emang siapa aja yang hadir?

Pada acara yang dilehat kedua kalinya ini, peserta yang hadir adalah kami semua yang tersambung dalam sistem kekerabatan Patrilineal. Bdw, dalam budaya Jawa sistem kekerabatannya berdasarkan garis keturunan Ayah dan Ibu. Cie, saudaranya banyak ya. Jadi gini, saya punya mbah Iman, mbah Iman punya Bapak namanya Mbah Wongso, mbah Wongso punya anak jumlahnya 5. Dari 5 anak ini menghasilkan generasi-generasi baru, dan generasi itulah yang bertemu.



1

Sabtu, 02 Juli 2016

Pertumbuhan Proyek Pribadi : Fit in Deutsch Boyolali (les-kursus bahasa Jerman)

Pada usia yang muda, yang bulan ini menginjak usia keempat (bulan), les/kursus bahasa Jerman yang tercetus mulai tumbuh giginya. Kursus ini sendiri merupakan proyek pribadi, guna menjawab tantangan diri yang diiringi dengan semangat kontribusi. #Yeaaaah!

Mulanya, ide ini dikandung saat masih di Jerman. Puji syukur, ide ini bisa lahir dengan lancar dan mulai menampakkan gigi-giginya. Gigi yang dimaksud adalah mereka yang belajar bersama dengan saya. Proyek les ini saya namai Fit in Deutsch. Secara harfiah, berarti sehat berbahasa Jerman atau fasih dalam bahasa Jerman. Selain itu, kata-kata Fit diambil karena nama depan saya adalah FITri. :D Fit in Deutsch Boyolali.



Jika dihitung secara kuantitas, jumlah pembelajar baru di kisaran 10. Angka yang fantastis buat saya yang masih harus terus belajar. Senangnya, mereka ini mau loh ke Boyolali. Iya, dengan berbagai pertimbangan, tempat belajar yang saya bidik adalah di Beranda Rumah ini.








Yang bikin saya tambah semangat adalah, mereka yang minat belajar ini domisilinya jauh-jauh loh. Ada yang Salatiga, Solo, daerah Boyolali yang agak jauh dari pusat kota, Sragen, Klaten, Yogya (khusus yang Yogya,kita ketemu Nomaden). Sisanya, lumayan deket, Boyolali.

Mereka yang belajar ini emang punya berbagai tujuan, tapi tujuan utamanya adalah bisa ke Jerman. Hmm, tidak lama lagi salah satu teman belajar saya yang masuk generasi pertama Fit in Deutsch akan berangkat ke Jerman. Ini hasilnya :




Baru saja, dia lulus ujian A1 di Goethe Institut Jakarta.
2

Ya....


Pada Ramdhan ini, puji syukur saya bisa menikmati masakan rumah dan tentu saja durasi puasa yang tidak panjang. Senang, tapi ada sesuatu yang berbeda. Sedikit sih, dimana sekarang pada siang hari, warung makan buka dan antrian menjamur. Hahaha. Ada sesuatu yang entah apa itu hilang. Ini beneran Ramadhan ya?



Ya Cuma itu kok, lainnya biasa saja. Wong ya hak mereka, mau buka warung, mau makan siang atau apa. Tidak ada perda yang melarang. Cuma Cuma, bayangan saya akan Ramadhan seperti masa dulu itu tidak berlaku sekarang.

Oke oke skip. Ada beberapa hal yang saya suka bulan ini, yaitu bisa bolak-balik Yogyakarta sesuka hati. Kaya dari Ingelheim ke Mainz. Entah pada kunjungan ke berapa, saya menyempatkan diri nostalgia di Jalan-jalan yang penuh kenangan .

Das sind die Bilder, die sehr beliebt sind :D

U know where?


0