Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 21 September 2016

Tak dinyana Tak dikira

Dimana ya, saya pernah baca artikel mengenai keterkaitan sebuah hubungan pertemanan. Intinya, lingkaran pertemanan itu saling terhubungan seperti lingkaran. Ada juga yang bilang, seperti yang saya catut dari Blog mbak Ila, bahwa pertemanan seseorang di Dunia ini punya enam tingkatan. Contohnya, ada tokoh fiktif bernama Lala, lili, tono, tini, pipa, pupi. Lala dan Lili saling kenal, Lili tetangganya Tono, Lala teman SD Tono. Tono menikah dengan Pupi, ternyata Pupi sepupu Tini yang sekantor sama Pipa. Pipa itu bosnya Lala, yang tidak dikira ternyata itu Bapaknya Lili.



Flashback

Belasan tahun lalu, saya punya Guru Tk. Ada 3, namanya Bu Sri, Bu Nana dan Bu Emi. Sampai sekarang, saya masih bisa membayangkan mereka dan bahkan mengingat jelas beberapa kejadian tentang mereka pada masa itu. Dengan bu Emi saya masih beberapa kali ketemu, wong bu Emi itu istri dari anaknya anak angkat mbah Saya. Kalo dengan 2 Guru lain, sudah sangat lama sekali saya gak ketemu.

Hingga akhirnya pada Minggu (18/9) kejadian tak terduga itu terjadi.
Saya punya murid di Sekolah, intensitas pertemuan kami bisa dibilang lumayan, dia ini yang pernah saya ceritakan di Sini  :. Tanpa kabar, dia datang ke Rumah saya untuk latihan menjelang lomba, kebetulan saya sedang pergi, akhirnya Nana pun ketemu dengan ibu saya.

Saya pun beberapa puluh menit kemudian baru datang dan dia masih setia menanti. Kami latihan didampingi Ibu saya. Setelah selesai, Ibu saya tiba-tiba menanyakan apakah Nana kenal dengan guru Tk yang rumahnya sedaerah sama Nana dan namanya bu Sri. Dengan santai dan polosnya, Nana menjawab bahwa itu ibunya.

Sebenernya waktu dengar percakapan itu, saya belum nyambung. Baru setelah itu ibu saya menerangkan kalo yang dimaksud itu Guru TK saya. Saya sempat skeptis, hmm mungkin namanya aja yang sama. Ibu saya, yakin 100 % kalo itu Guru saya, soalnya wajah Nana itu loh yang bikin Ibu saya teringat pada seseorang di masa lalunya.


Ibu saya kemudian bercerita tentang masa lalu dan beberapa hal tentang saya pada Nana sewaktu TK. Hahaha, katanya dulu setiap acara Kartini di Tk selalu ada lomba nyanyi dan saya gak pernah menang. Ibu saya protes ke Bu Sri dan setelah itu saya jadi juara 1. BYAHAHAHAHA. Oya, kata Ibu saya juga, hubungan antar wali murid dan antara wali murid – Guru Tk Alhazbi Boyolali itu terjalin dengan baik. Dulu sering kumpul-kumpul, bikin acara, rempongwati bersama. Bdw, saya juga sempat reunian sama 2 temen TK saya ramadhan kemarin.

LALU?

Saya penasaran dan harus hari itu juga membuktikan sendiri. Saya pun kemudian ikut Nana pulang. Ibu saya berpesan, nanti jangan langsung bilang siapa nama saya. Menjelang senja, saya sampai di Rumah Nana yang besar di daerah Semarang. Eh.. saya keluar kota tuh :D

Drama itu belum dimulai, soalnya Ibu Nana masih sibuk di Belakang. Nana pun mendatangi Ibunya dan bilang  bahwa Gurunya mau ketemu. Saya jadi grogi dan membayangkan kalo ternyata salah orang. Satu dua tiga empat lima, datanglah Ibu Nana. Saya diam mak clep dan bersalaman. Ia tersenyum dan kami terpasung dalam keheranan selama 1 menit. “Bu, saya murid TK Ibu.” Begitu pecah saya.

Bayangan alay saya muncul. Nanti kalo tiba-tiba ibunya bilang, “maaf siapa ya, Tk apa ya mbak?” apa yang harus saya lakukan.

Namun, kenyataannya.......


Ini Fitri ya?”

Jawabnya dengan gaya yang halus seperti dulu. Splasssshh, lega banget ternyata saya gak salah orang. Terpisah waktu yang lama, kami kemudian ngobrol dan ketawa-tawa. Hahah, ternyata dunia itu sempit sekali. Ternyata.....

saya tidak siap melihat amburadulnya si kerudung biru itu hehehehhe

Bu Sri tadi juga masih ingat bapak, ibu, kakak dan adik saya. Malah masih hapal kelakuan saya. Ada satu kata-kata yang menggelitik, “Dulu Fitri imut-imut, sekarang xxxxxxx, tapi wajahnya gak berubah makanya saya ingat. Kecil, MANIS, hitam.” Hahahahahahahahaha.

Aduh, saya bingung mendeskripsikan perasaan saya. Intinya, saya seneng. Hari Minggu saya luar biasa. Dari pagi dan malam lucu-lucu. Ibu saya juga sumringah dengan laporan saya. Kapan-kapan, Ibu saya yang pingin ketemu.

Akhirnya, waktu jualah yang memisahkan. Saya pamitan pulang dan di Jalan saya senyum-senyum sendiri seperti biasa ;p

0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D