Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 29 Juni 2017

Pakai Nature Republic Aloe Vera 92% Shooting Gel

Suatu hari, bulan November 2016, beberapa orang mengomentari perubahan kulit wajah eike. Yang mulanya cling-cling, glowing, dan terang secara instan berubah menjadi kehitaman. Aslinya emang item, terus katanya kok seminggu terakhir waktu itu makin hitam dan kemerah-merahan. Waduh!

Tanpa pikir panjang, pemakaian krim “kecantikan” yang pernah mengobati wajah berjerawat eike saat kuliah, dihentikan seketika. Sudahlah, biar kulit ini istirahat sejenak. Ganti produk pembersih wajah, eh kok malah jadi mruntus, jerawat di Jidat jadi hiasan. Weslah, hentikan lagi dan beralih ke yang lain.

Eike kemudian menjajal sabun pepaya untuk cuci muka, hasilnya lumayan enak. Namun sayang, masih ngerasa ada  yang kurang. Pemakaian rutin dilakukan, terus tiba-tiba muncul pesan dari seorang kawan pada 3/5.


0

PPDB Online SMA, Gimana Ya

Ramadhan berlalu, syawal menyapa, lebaran masih terasa. Waktu berlari, tapi perasaan dan pikiran masih belum move on dari yang namanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Lah, Ngapain dipikirin? Gak tahu, nempel terus dan mungkin akan jadi bagian dari perjalanan diri. Who knows?

Faktanya, PPDB yang hampir serentak dengan sistem online itu memang menyisakan banyak pelajaran. Buat siapa saja yang terlibat, entah itu Calon Peserta Didik, Guru dan tentu saja para wali/orangtua calon peserta didik tersebut.


0

Kamis, 15 Juni 2017

Naik Gojek di Boyolali

Belum lama ini, karena dirundung rasa malas menyetir (stang motor) dan penasaran yang amat, maka  ojek menjadi jembatan saya menuju ke Sekolah.

Tidak susah mendapat ojek di Boyolali, apalagi tinggal  di Pusat Kota Boyolali. U know Boyolali kan? Kota di Lereng Merapi yang sedang bersolek.

Apalagi sekarang, dapat ojek tinggal pakai smartphone, geser geser pencet dan deal.
Dan good news, di Boyolali yang pembangunan sedang giat-giatnya ini, sudah ada GOJEK! Baru 2017 ini juga lahirnya.


Waw, GoJek di Boyolali? Iya, serius. Aplikasinya sama kok sama yang di Kota-kota lain, hahaha.
0

Kamis, 08 Juni 2017

Jadi Pengawas Ujian? Jangan Loyo!

Ada banyak faktor yang membuat suasana ujian kondusif, salah satunya adalah sikap yang dilakukan oleh pengawas. Ketika pengawas memperlihatkan gaya lunak, siap-siap saja suasana kelas menjadi biasa saja, patah taringnya dan definisi ujian dari http://kbbi.web.id/uji yang bermakna sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dan sebagainya) secara individu, hanyalah angan-angan. Kenapa? Karena tidak murni individu lagi, banyak yang hasil kerjasama dengan jalan contek menyontek.


Ilustrasi Pura-Pura contekan. Karya Bela, Bas, Rega.

Pernah ada peserta ujian yang komentar bahwa dia gak nyaman ketika ujian ditunggu oleh pengawas “kejam”,  saya pun menjawab, yang ga nyaman gak Cuma pesertanya, pengawasnya juga, apalagi kalau para peserta ujian memperlihatkan beberapa gaya semacam ini :

  • Yang kelihatan mikir, mata ke arah atas, padahal lagi cari kesempatan ambil contekan.
  • Yang garuk kepala saat ketahuan.
  • Yang pura-pura pinjam tipe-x, padahal sekalian liat jawaban teman.
  • Yang udah dapat tipe-x, pura-pura gerakin tangan, padahal gak ngehapus apapun.
  • Yang nunduk terus, eh ternyata lagi liat catetan.
  • Yang tenang di Belakang, ternyata lembar jawab masih bersih, masih nunggu BANTUAN teman.
  • Yang tiba-tiba marah sama keadaan, karena ga bisa nyontek.
  • Yang pura-pura baca, padahal lagi ngelamun.
  • Yang serius beneran, diganggu sama yang males baca.
  • Yang ngawasin pengawas, ternyata pelan-pelan ambil hape dari saku celana.
  • Yang pura-pura ambil tisu, ternyata lagi ambil catetan di dalam laci.
  • Yang santai-santai, hapenya ditaruh laci, nunggu jawaban, sambil pura-pura nulis.
  • Yang melirik-lirik, ternyata lagi kasih kode ke teman.
  • Yang bawa tempat pensil, dibuka-buka terus nunggu kesempatan ambil jawaban.
  • Yang lagi konsen, diganggu pertanyaan dari samping, depan belakang.
  • Yang pelan-pelan nggeser tangan, eh ternyata catetannya di bawah lengan.
  • Yang sengaja bisik-bisik tukeran jawaban.
  • Yang terang-terangan berisik biar dapat jawaban.
  • Yang pasang tampak strong, tapi ternyata Cuma nunggu contekan, hahaha.
  • Yang sok bijaksana dengan bilang, kan kerjasama boleh bu?
  • Yang gerak dikit, dilihatin pengawas. 


Contek-menyontek? itu mah sudah biasa kalik! Biarin aja!

Wah, kalau semua pengawas berpikir macam itu, udah lah, gak perlu ujian sekalian. Kasian, ujian terlalu banyak, momok untuk mencapai nilai tuntas juga mengahantui.

Habis perkara, bukan? Tapi, sayangnya ujian masih terus ada dan salah satu guna pengawas  adalah untuk menjaga ketenangan serta menjalankan tata tertib yang sudah disepakati turun menurun yaitu : memperingatkan peserta ujian yang berlaku curang dan mencatatnya di Berita acara.
2