Sabtu, 28 April 2018

"Bule" Jerman ke SMA N 2 Boyolali

Sebagai salah satu proses pembelajaran dan menguji sejauh mana pemahaman bahasa Jerman kelas X SMA Negeri 2 Boyolali, maka belajar langsung dengan Native Speaker asal Jerman di Kelas bisa jadi salah satu solusi.




Pada Jumat, 27 April 2018, program guru bahasa Jerman SMA N 2 Boyolali kembali mendatangkan penutur bahasa Jerman ke Sekolah. Berbeda dengan konsep sebelumnya, kali ini setiap kelas (yang belajar bahasa Jerman ) mendapat kesempatan sama di Kelas untuk belajar secara dekat lansung dengan Stefan.


Stefan M ini merupakan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengajar Sastra dan Kepenulisan. Pria yang berasal dari Jerman negara bagian Sachsen Anhalt ini masuk ke 5 Kelas secara bergantian. Oya, Stefan juga meminta secara khusus untuk melakukan pengamatan atau Hospitation. Kebetulan, ada jam mengajar bu Putu.

Waktu kunjungan perkelas memang hanya 30 menit, hal ini dikarenakan supaya semua kelas dapat merasakan pengalaman melakukan kontak dengan orang Jerman asli. Para Peserta didik kebanyakan menunjukkan antusiasmenya. Ada yang malu, kaget dan yang pasti wajah bahagia terpancar dari diri mereka.






Untuk mempermudah pelaksanaan, saat masuk kelas Kelas, Stefan akan membuka terlebih dulu dengan perkenalan singkat. Saya dan Stefan sepakat melaksanakan beberapa agenda, setelah perkenalan, Stefan saya sodori buku absen dan memilih 2-5 Nama anak. Anak yang dipanggil Stefan akan dapat kertas dari saya, yang didalamnya sudah ada pertanyaan. Nah, anak tersebut harus membacanya dengan keras.


Saya pikir, itu lumayan untuk memancing keberanian mereka dan menguji kemampuan bicara. Stefan menjawab dan anak senang. Nah, setelah selesai, Stefan akan mengatur kelas tersebut dengan permainan. Yang intinya, semuanya aktif. Permainannya sederhana. Ada yang mengetes ingatan, pengucapan, melatih angka dan memanfaatkan musik.

Selesai permainan, dilanjutkan dengan sedikit Interview dari Stefan. Dia bertanya kepada beberapa anak. Banyak yang grogi, tapi bahagia! Setelah itu dimenit-menit terakhir, dibuka kesempatan bagi yang masih ingin bertanya. Saya sudah wanti-wanti ke beberapa anak yang menonjol dalam bahasa Jerman untuk bertanya dan syukurnya, mereka melaksanakan itu. Walau sederhana, mereka berani. Ini pertanyaan yang muncul di akhir :

“Was ist Ihr Lieblingsessen?” (Apa makanan kesukaan Anda)
“Sprechen Sie Indonesisch?” (Apa Anda berbicara bahasa Indonesia?)
“Wie ist in Deutschland?” (Bagaimana di Jerman)
“Essen Sie Bakso, Sate, usw?” (Apakah Anda makan bakso, sate, dll?)

Dan masih ada beberapa lagi.

Pada akhirnya, kelas ditutup dengan acara foto bersama. Dari awal, yang saya tekankan pada anak jangan yang penting foto, tapi di Kelas harus aktif. Foto itu bonus dan pokoknya harus legawa kalau ybs tidak mau selfie hahaha. Anak-anak mengerti dan tetap enjoy.

Ini sebagian komentar mereka :









Bagaimana komentar Stefan?

Ini merupakan pengalaman pertama dia benar-benar masuk  ke Kelas di SMA Indonesia. Dia agak kaget juga dengan jumlah anak di Kelas. Saya beberapa kali memastikan dia baik-baik saja... hahah... “Aku gapapa, kaget iya.” Sebenarnya, dia juga pernah ke Sekolah di Temanggung.

Stefan sabar, lebih sabar dari saya. Sewaktu ada anak yang lupa berhitung, sebetulnya saya agak emosi dan malu ahahah. Namun, melihat Stefan kalem dan memakluminya, acara tetap berlanjut dengan santai. Waktu kelas kurang aktif, dengan cepat dia mampu menguasainya dengan menerapkan metode belajar lain. Ya, dia juga pernah jadi Guru di Sekolah sebelum jadi Dosen. Hihi....ya tetap beda ya.

Dalam 5 kelas yang berbeda itu, Stefan mempraktekan permainan berbeda.

1.    Permainan Anjing- Kucing dengan kata kunci Drehen.
2.    Permainan  ke Pulau keini keinu.
3.    Permainan tepuk dengan berhitung.
4.    Permainan dengan musik, itu lo yang cepet-cepetan duduk di Kursi.
Sederhana tapi bermakna. Intinya, anak bahagia dan Native-nya nyaman. Amien!

Waktunya Stefan istirahat, kami kemudian makan di Soto Segerr Mbok Giyem depan Satlantas Boyolali. Istimewa, karena pak Kepala Sekolah mengantar kami dan tentunya nraktir donk hahaha. Danke, Pak Yanta.

Oya, itu ada Mba Arum. Mba Arum adalah anak bu Putu dan khusus datang dari Yogya untuk menemani perjalanan Stefan.  Nanti, ceritanya di Pos lain aja ah.
Makasi semua!



0 komentar:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D