Friday, November 27, 2015

Gelapnya Cokelat

Kadang-kadang orang sering tahu, tapi tidak tahu harus bagaimana bereaksi. Ada yang memilih diam dan ada pula yang berusaha memberi tahu yang lain supaya bisa sama-sama tahu dan mengambil sikap. Begitulah satu hal yang saya tangkap dari film dokumentasi garapan Miki Mistrati. Ia bercerita mengenai gelapnya cokelat. Gelap yang tersembunyi dari manisnya sebatang Cokelat. Cokelat dengan bungkusan rapi, yang dalam setahun dikonsumsi 3 Milyar penduduk dunia.

Pada Selasa (17/11), kami peserta FSJ (Freiwillige Soziales Jahr) mendiskusikan beberapa hal mengenai kesadaran manusia terhadap lingkungannya. Dari sekian aktivitas, kebanyakan dari kami antusias menonton Film dengan judul Schmutzige Schokolade atau the Black Side Of Chocolate. Film ini adalah investigasi blak-blakan yang menyorot eksplotasi pekerja anak di bawah umur. Penelusuran dilakukan terhadap anak-anak di Afrika.

Bersama FSJ-inen yang lain



Maksud dari Foto tsb : Kami bisa melakukan Perubahan

Banyak pihak menutup mata dan membungkam mulut, berusaha menyembunyikan hal yang sesungguhnya terjadi di Lapangan. Film dokumenter ini diabadikan dengan kamera tersembunyi dan dicetuskan oleh Jurnalis berkebangsaan Denmark tersebut.


Dari situ, bener banged kalo 

KASKUS


Anak-anak kecil, kurus, berada di Tengah Hutan,

Menarik karung berat

menyeka keringat
ia melihat dengan sorot mata sayu yang kuyu.

Coba mari ditonton film dokumenter ini yang Schmutzige Schokolade

Part 1 : https://www.youtube.com/watch?v=DU2urlZSogc




Part 2 : https://www.youtube.com/watch?v=ZlFBD3ZkLnA






Selesai menonton Film tersebut, kami menyadari bahwa masih banyak ketimpangan yang ada di Dunia ini, tidak Cuma di Afrika semata. Film itu pengingat bahwa keadilan kadang masih perlu dipertanyakan. Kehidupan masih perlu dirapikan.


-------- bersambung