Untuk Kawanku, Salah Satu Guru Bahasa Jerman yang Serba Bisa.

Saya menulis ini sebagai bentuk penghargaan untuk kawan. Kawan ini mulai saya kenal 2022 lalu, saat saya tidak menduga terpanggil mengikuti kuliah PPG (Pendidikan Profesi Guru) Daljab (Dalam Jabatan) di UNY selama 6 bulan. Dari awal, saya mengamatinya, kawan ini adalah tipe orang yang cepat mendapat perhatian orang banyak, menonjol, dan mau diribeti.

Kami mulai akrab, karena dia tiba-tiba menawari saya menjadi penulis modul di aplikasi PMM. "Heh, kamu fitri yang tulisan blognya banyak ya? Minat ga nulis modul Jerman SMK di aplikasi PMM? Kalau iya, nanti dihubungi sama panitianya." Tanpa cing cong, saya pun mengiyakan. Saya pikir ini kesempatan saya untuk segera move on karena dipindah tugaskan Negara dari SMA ke SMK heheheheheh. Waktu itu ada 3 orang dari Mapel Jerman, kawan saya, guru Jatim (kak Echa), dan saya. Nah, dari situ intensitas pertemuan zoom kami meningkat, dan sering diskusi mengenai tema modul. Kawan saya ini PNS angkatan terakhir waktu itu, 2021 kayaknya. 

Diterima PNS di masa itu menurut saya keren sekali, karena 1 tempat diperebutkan ratusan orang dan yang terpilih adalah dia. Dia orang Jawa Timur. Pribadinya ceria, gokil, kreatif, santai, positif. Gak ada tu jaim-jaimnya. Pada 2023, kami ketemu langsung di Konggres Nasional Ikatan Guru Bahasa Jerman di Jakarta. Kami wakil dari Jawa Tengah yang sama-sama lolos presentasi karya. Setim sama kawan ini, saya jadi ikutan gila. Soalnya walaupun saya aslinya ceria, awal-awal saya adalah orang pemalu dan lebih banyak diam. 

Ingat sekali, saat jaga pameran Jawa Tengah, dia membunyikan lonceng, dan lalu mengajak saya promosi dengan teriak. "JATENG...JATENG....Silakan bapak-ibu kesini, ada banyak karya dan hadiah gratis... bla bla bla."Dia juga yang memvideokan saya sewaktu saya jadi narasumber dadakan di Forum itu mewakili guru SMK. 

 Sebagai guru bahasa Jerman, kawan saya ini termasuk suka mencoba hal baru. Bikin scrapbook, bikin pentas drama di Sekolah barunya sana, bikin festival bulan bahasa, terus ngadain Science Film Festival dengan mengundang anak SMP di Wonigiri sana, dan masih banyak lagi. Saya juga yakin, murid-muridnya dekat dengannya. Ia sering bilang, kadang merasa masih butuh cara agar meyakinkan murid di Daerahnya sana belajar Jerman. Batin saya, yang kamu lakukan itu sudah hebat.

Di Jawa Tengah, sebagai orang baru, dia langsung didapuk menjadi ketua MGMP Bahasa Jerman tingkat Jawa Tengah. Ya, memang ia dipandang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan punya semangat membara untuk kemajuan mapel Jerman yang memang harus tetap dipertahankan. 

Masih 2023 tapi akhir tahun, ternyata kami terpilih mengikuti pelatihan multiplikator Bahasa Jerman. Dari Jawa Tengah yang terpilih tahun itu adalah bu Maria, kawan, dan saya. Kami berangkat bertiga dari Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Dia sempat marah-marah, karena saya datang mepet. Heheheh. Dia juga yang sering komentar, "kowe ki metang-meteng wae." Katanya saat tahu sebenarnya saya berkesempatan ke Jerman 2024 saat masih hamil dan lagi-lagi ketika ada pendaftaran beasiswa kurs ke Jerman pada 2025 karena hamil. "Saben acara gedhe hamil teros." Katanya sambil ketawa dan kemudian tanya, nanti yang dari Jateng ya pas ada acara multi ke Lombok? Saya jawab, yo kowe karo bu Maria. Aku kepekso izin meneh. 

Huhu, sebenernya saya pingin, dan sadar tugas, tapi entahlah, apa yang direncanakan Tuhan dengan kehamilan tak terduga ini. Setiap kegiatan MGMP Bahasa Jerman, dia adalah orang yang selalu mengejar-ngejar tugas saya, hehe kebetulan saya jadi sekretaris. Kadang saya juga heran, kenapa saya harus jadi sekretaris. Hih... 30 Januari lalu, dia masih menelpon saya agar tempat MGMPnya tetap di Solo dan tetap dilaksanakan hari senin, 9 Februari. "Urusen, PIT" Begitu inti perintahnya. 3 Februari dia juga masih membalas pertanyaan saya terkait akses email.

Dia ini guru bahasa Jerman yang multitalenta. Loyal pada banyak hal dan memang aktif banyak kegiatan. Gampang akrab dan mau repot. Saya yakin, di Sekolah dia juga dipercaya jadi orang penting. Dia juga mengaktifkan media sekolah, dan saya meyakini dia juga bikin banyak gebrakan, inovasi dan suasana baru di Sana, SMAN 3 Wonogiri. Dia sering berkelakar, bisa dimutasi ke Sekolah yang lebih kota, heheh. Yang dia sadar, kayaknya prosesnya panjang. Ya, walaupun begitu, dia tetap berkontribusi dan loyal untuk tempatnya bekerja kok.


Tiba-tiba, pak Bambang, yang juga multiplikator Jerman dan guru bahasa Jerman di Slawi menanyakan kabar david. "Teman-teman, ini David kok dihubungi dari Jumat kok ga bisa kenapa ya?". Saya sempat berpikir, mungkin david sengaja matiin hp soalnya lagi mudik. Semua pengurus MGMP Bahasa Jerman bingung, bertanya-tanya dan jawabannya yang didapat adalah dia ga kenapa-kenapa. Yasudah, memang dia biasanya ceria, gak ada keluhan kok, pikir saya. Tapi kok sampai minggu gak ada kabar, padahal senin kami mau MGMP lo sesuai jadwal yang dia tentukan.

Senin paginya tiba-tiba ada berita yang mengabarkan dia berpulang. Ya Allah????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Selamat Jalan David Sujatmiko, S.Pd. Guru bahasa Jerman SMAN 3 Wonogiri, ketua MGMP Bahasa Jerman Jawa Tengah, salah satu guru yang loyal demi kemajuan mapel ini, orang yang ceria, mudah akrab, mudah jadi pusat perhatian, mudah dikenal. Saya emang gak tahu banyak hal yang uda kamu lalui. Semua yang kamu tampilkan adalah keceriaan, tawa, kegokilan.

Terima kasih untuk semua kontribusimu. Semoga keluargamu bisa ikhlas dan bisa menjalani kehidupan ini tanpa kehadiranmu. Kamu tahu vid? Banyak sekali orang yang kehilanganmu, mengingat kebaikanmu, dan murid-muridmu yang masih remaja itu nyetir sendiri ke Pemakamanmu. 

Vid, kamu tahu kan kancamu iki lagi hamil, jadi hadir kesana langsung memang berat. Kemarin ada mbak Diyan Zahro dosen UNY, Pak Bambang, bu Maria, mbak Rhea, dan Tika yang langsung datang ke Pusaramu di Tulung Agung. 


Terima kasih ya sudah jadi guru berprestasi, mengharumkan nama Jerman, nama Sekolah, dan tentu namamu sendiri. Ini memang takdir Tuhan. 9 Februari yang kamu minta jadi hari MGMP sudah terlaksana, tapi berjalan sangat sendu. Kaos dan tasmu sengaja tak kasihkan pada guru yang sudah datang jauh dari Pemalang naik kereta. Maaf ya? Tapi yakin, kamu kasih izin. Rasanya aneh vid. Semoga ini bisa jadi pengingat kami ya.. terima kasih sudah jadi orang tergokil hahahahah....

Tulisan ini buatmu, dari temanmu yang suka nulis blog, yang kamu bilang tulisannya terkenal woekekekekekkekekeke. Seneng aja dulu dipuji begitu sama orang yang baru kenal. Ya, walaupun emang tulisannya ga terkenal banged. Hahaha Semoga kebaikanmu menjadi penenang di Sana ya. Banyak doa baik dipanjatkan.

MGMP akan jalan, pesan terakhirmu semoga terlaksana : Pit jolali gawe laporan tiap kegiatan, acarane urusen surate, nomor surat le genah, garcep.

David Sujatmiko, S.Pd. Guru Bahasa Jerman
David Sujatmiko



Dadah ketua MGMP Jerman Jawa Tengah... yang selalu loyal dan senang mengapresiasi orang lain dengan desain-desainnya. Desain kedua tentang David. Yang pertama saat dia ke Jerman dan sekarang saat dia dipanggil Allah. 

Terima kasih untuk semua.
Mohon maaf ya Allah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Untuk Kawanku, Salah Satu Guru Bahasa Jerman yang Serba Bisa."

Post a Comment

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D