Hamil dan Ketemu Lagi dr. Indra x Indriati

Memasuki ruang operasi, perasaan sendiri dan hampa benar-benar berada paling atas. Entah nanti bagaimana, apakah operasi berjalan lancar atau mungkin ditakdirkan untuk tak kembali, semuanya dihadapi sendiri. Ih......jadi sendu. Tapi tapi tapi jangan terlena....

Ini cerita melahirkan anak ketiga

Saya mulai mengantuk, menjaga pikiran agar tetap positif, berdoa sebaik-baiknya dan ada satu hal yang saya syukuri bahwa untung saja, sebelum menghadapi ini saya masih sempat rewatch drama korea yang romantis tapi juga lucu, ada sedihnya (ga saya tonton ulang). Bdw, ini ternyata membantu perasaan saya lebih terbuka dan semalaman saya banyak tertawa . Saya gak bisa tidur.

Thx Hometown Cha Cha Cha yang menemani  wkwkwk.

Ruang Operasi RS Indriati Boyolali x dr.Indra

Beberapa menit kemudian, setelah saya antri bersama dua orang yang sama-sama berbaring dengan selang infus dan kateter. Nama saya dipanggil. Ruang operasi terasa dingin, di dalamnya sudah menanti tim yang terdiri dari 5 orang. Ada dr. Indra (Salah satu Obgyn kondang di Boyolali) dan teman-temannya.

Minus 6.5 sepertinya menyelematkan saya dari ketakutan. Saya yang tetap terjaga selama operasi kali ini, malah membandingkan dengan pengalaman 2 tahun lalu. Saat itu saya tertidur pulas, dan sadar-sadar semua sudah selesai, melihat bayinya saja tidak sempat heheh.

Setelah disuntik bagian punggung 2x, dalam hati saya bergumam, ternyata sakit sekali. "Ya Allah sakit banged, aku gak mau mengalami ini lagi." Saya harus duduk membungkuk agar gampang disuntik, setelah itu saya rebahan dan menunggu efeknya bekerja. Kaki ini diminta untuk diangkat, yang jelas saja tidak bisa. Rasanya seperti kesemutan dan setelahnya proses operasi dimulai. Saya tidak bisa melihat jelas, tapi saya bisa merasakan ketika perut bawah dada mulai ditekan untuk mengeluarkan bayi 3.9 kg ini. 

Rasanya agak nyeri, dan taraaaa tangisan pendek-pendek itu mulai terdengar. "Bayinya gemoy." Itu komentar yang saya dengar. Lalu, bayi diangkat oleh dr. Indra, "ini bu bayinya laki-laki." 

Lahiran bersama dr. Indra SPOG Boyolali
Lahiran


Seperti yang sudah 2x dikatakannya saat periksa beberapa waktu lalu. Saya lega dan menangis dalam hati, bersyukur sudah melalui dan bahagia melihat bayinya lahir. Ngomong - ngomong, impian saya punya foto habis tindakan tercapai juga wkwkkwkwkwk. Yeay!

Ini kedua kalinya saya memilih dr. Indra dan RS Indri. Sungguh perpaduan ciamik bukan. Saya bukannya tuman hamil, tapi tapi dulu sempat membatin seandainya dikasih hamil anak ketiga, saya akan memilih Indra dan Indri lagi. Hehehhehehhehe. Alasannya: komunikasi yang baik dan pelayanan prima. Intinya gitu. Bisa baca pengalaman pertama saya ini : Hamil anak kedua

Untuk periksa kehamilan, saya masih memilih Klinik Anggreknya dr. Indra dekat RSUD Boyolali. Kalau mau yang jam sore setelah pulang kerja, antrinya teratur, pilihlah klinik ini.

Menabung

Semenjak tahu hamil, ada banyak hal yang dipikirkan. Mulai dari proses persalinan, kelas apa yang dipilih, dan KB apa yang dipakai. Setelah berpikir dalam sedalam danau Baikal (hahah) dan memerhatikan riwayat hamil  sebelumnya, operasi Caesar adalah jawabannya.

Gak cuma itu, bagi saya dengan memilih metode ini  saya merasa proses pemulihannya terasa cepat dan dengan ini saya tidak akan lama-lama merasa BERGANTUNG pada orang lain. Kalau bisa ya, pas kembali ke Rumah saya dah bisa jalan, lari, kayang, terbang atau ngambang 😆.

Dulu waktu melahirkan pertama secara normal, jujur saja, saya bisa jalan tanpa sakit butuh waktu hampir sebulan. Mau duduk saja sakitnya minta ampun. Menyakitkan... Itu yang Saya ingat sampai sekarang. Tidak bisa disamakan, tapi entahlah itu yang terkenang sampai sekarang dan hanya saya yang merasakan. Mungkin, faktor yang mempengaruhi banyak ya, bisa jadi mental, dan banyak lagi.

Maunya Naik Kelas VIP

Tabungan yang awalnya untuk hal lain, saya prioritaskan untuk persiapan lahiran. Inginnya sih, naik kelas VIP supaya di Kamar tu bebas dan lebih nyaman. Berapa biaya yang akan keluar  belum bisa dipastikan, tapi selisih tarif kelas 1 naik tingkat ke VIP yaitu paling banyak sebesar 75% dari tarif INA-CBG Kelas 1.

Sebetulnya dengan dana yang ada, bisa dibilang ok. Namun akhir-akhir menjelang lahiran, pikiran malah berubah, kalau nanti bayi yang lahir laki-laki, maka dana tersebut bisa dialokasikan untuk Aqiqah... Ya kan? Hahahhah. Toh, kamar kelas 1 di RS Indriati Boyolali sudah nyaman. Apalagi gedungnya kan baru. Fix, saya pun ga jadi pindah. Doa saya, walau kamar kelas 1 tapi rasanya VIP. 

Kelas 1 RS Indriati Boyolali
Kelas 1 RS Indriati Boyolali 


Semalaman saya sudah merasakan senang karena belum ada penghuni kamar lain, tapi esok harinya sehabis operasi sudah ada pasien yang juga ibu melahirkan di Ranjang kanan saya. So, alles gut, semua baik-baik aja. Kami sama-sama tahu diri😬 tidak ramai, karena penunggu dibatasi 1 saja, tidak rebutan AC atau kamar mandi. Alhamdulillah, sampai akhir semuanya nyaman kok. Semoga dia juga merasakan begitu.

Pasca Operasi 

Mengantuk tapi susah tidur, setiap menyusui saya tekan remote agar posisi ranjang bisa dibuat duduk. Mau miring kanan kiri masih terasa nyeri. Bayi menangis tiap diganti popoknya dan ya saya juga hanya bisa menatapnya karena urusan itu dikerjakan suami. 


Ganti popok
Ganti popok


Dalam otak, saya tidak ingin lemah karena anak saya tiga. Saya harus doyan makan, harus bisa bergerak bebas, harus waras, harus banyak istirahat dan tetap bisa nonton Drakor😅. Sugesti inilah yang membuat saya lebih hidup dan ceria. Saya ingin segera pulang, menikmati kamar walau tanpa AC, makan sepuasnya dengan menu pilihan sendiri walau bukan saya yang masak.

Pada hari keempat, akhirnya kami diizinkan pulang. Saya masuk RS tu hari Selasa malam setelah tarawih, lalu dapat kamar, Rabu dioperasi, kamis pemulihan, Jumat pagi setelah dr. Indra visit, barulah kami bisa kembali. Ditta, tapi ya harus urus administrasi dulu. Gak lama, saya sudah sampai di Lantai bawah dan bergegas ke Rumah syalalala. 

Menggunakan BPJS kelas 1 dan menetap tak pindah kelas, membuat kami tidak harus menambah biaya apapun. Terima kasih, BPJS. Kamu berguna sesuai tujuan.

Di Rumah

Yak, kembali ke Dunia nyata saatnya berpikir lebih jernih. Banyak hal baru, adaptasi lagi, siap-siap dengan cerita menyenangkan lain. Harapan saya, dengan amanah baru yang tak terduga ini semoga semesta juga terus mendukung. Terima kasih, Gusti Allah untuk segalanya. Izinkan saya menikmati cuti ini untuk bersantai dulu. Kalau sudah saatnya, berilah kesempatan untuk terus bertumbuh. 

Cukup sudah cerita melahirkan, saya memutuskan steril dan semoga keputusan ini mendapat Ridho Tuhan. 3 anak saja cukup. Sembah nuwun.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hamil dan Ketemu Lagi dr. Indra x Indriati"

Post a Comment

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D