Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 29 Maret 2015

Bakso Darat

Istilah ketemuan langsung setelah kenalan dibalik layar tanpa tatap muka sering penulis jadikan konsep dari kata-kata kopi darat. Kalo merujuk thecrowdvoice.com, kopi darat itu kayak ajakan buat ketemuan dengan cara”Ngopi yuk di darat”. Artikelnya bisa dibaca di website tersebut.

Pengalaman berkesan hari ini (29/3) adalah kopi darat dengan seorang blogger Blog keluarga Rukma yang tinggal di Bad Kreuznach, Rheinland-Pfalz, Jerman.
Lebih tepatnya sih, bakso darat ya, karena ketemuan sambil makan bakso di Daratan heheh.

Blog kepunyaan keluarga Rukma Hier ini yang menjadi asal mula penulis bisa diundang sama empu blognya. Mbak Lina. Bulan lalu, penulis sedang getol mencari orang Indonesia yang tinggalnya di Ingelheim. Tak dinyana, ketemulah artikel yang ditulis mbak Lina mengenai pengalamannya berlibur di Ingelheim.

Seneng aja bisa nemu blog orang Indonesia yang nyangkut-nyangkutin nama Ingelheim. Tanpa ba bi bu be bo, penulis meninggalkan jejak di Blog tersebut. Salam kenal menjadi kalimat pamungkas yang penulis tinggalkan. Berselang beberapa hari, penulis menengok kembali blog tersebut, sayang gak ada balasan.

Waktu kopi darat, mbak Lina bilang, dia dah lama banget gak nulis blog, pos terakhirnya aja bulan Januari tahun 2014. Entah kenapa, di hari-hari dimana penulis telah meninggalkan komentar, mbak Lina pengen aja nengok blog yang didesain buat keluarga itu. Melihat ada komentar yang muncul, ia pun berkunjung balik ke rumah maya penulis. Lalu terjadilah perencanaan-perencanaan selanjutnya.

Penulis pun berkunjung kesana dengan dia. 

Kikik-Pipid-Mbak Lina


Siapa lagi, kalo bukan Kiki markukik. Hehehe. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam, itu sudah termasuk waktu tunggu bis. Niat kami memang berkunjung, maka kami gak mempersiapkan diri untuk jalan-jalan keliling kota. Ya, sempat sih cari informasi mengenai kota tersebut. Tapi ya itu, niatan jalan-jalan terhalang oleh hujan dan bakso hahaha. Lagian, di Tempat mbak Lina, kami berempat ngobrol berjam-jam saling bertukar cerita.



Mbak Lina dan suaminya memiliki anak-anak yang lahir di Jerman. Kedua anaknya komunikasinya pake bahasa Jerman. Untuk pembiasaan, di dalam Rumah anaknya dibiasakan berbahasa Indonesia dan Jawa. Logatnya jadi cantik dan lucu, hihihi.

Bedewe, ternyata hari sebelumnya ada juga anak Indonesia yang datang ke Rumah mbak Lina. Dunia itu emang unik, karena dalamnya menyimpan hal-hal yang bisa dihubung-hubungin. Ini kenal itu, itu kenal anu, anu temennya itu, itu ketemu itu. Eh gak taunya kenalannya si Kikik di Mainz yang pernah diketemuin sama penulis juga. Bla bla gitu... Lucunyaaaa.

Si Kikik sama mbak Lina itu berasal dari Krasidenan yang sama, jadi bahan ngobrolnya semakin bervariasi. Mbak Lina dan suaminya ramah. Gak takut gitu ngundang penulis yang makannya banyak wkakakakakak. Upssss.





0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D