Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 03 Maret 2015

Jalan-jalan di Trier : Situs UNESCO Yang Berdekatan

Perjalanan itu bagian dari sebuah proses belajar. Belajar untuk mencari, belajar untuk merencanakan sesuatu dan belajar dari apa yang direkam oleh memori di Kepala. Iya gak sih? Hahaha.

Proses pertama yang dilalui penulis adalah mencari. Mencari mau kemana perjalanan ini dilakukan dan mencari fokus dari perjalanan tsb. Akhirnya, hal itu membuahkan sebuah perencanaan sedemikian rupa :


Jalan menuju Hauptmarkt, Trier


Tujuan                                     : Trier
Ibu Kota Negara Bagian         : Rheinland-Pfalz, Deutschland
Julukan                                    : Deutschlands älteste Stadt (Kota tertua Jerman)
Letaknya                                 : Berbatasan dengan Negara Luxembourg
Sungai                                    : Mosel
Travel Mate                             : Rizqi M.S (Kiki)
Tiket                            :           Rheinland-Pfalz Ticket untuk 2 orang, PP : 28 Euro.
Tema dolan                             : Wisata warisan budaya Dunia
Waktu                                     : 1.03.2015

Ketertarikan penulis untuk melihat Trier secara langsung adalah karena mendengar dan membaca komentar yang baik untuk kota tempat kelahiran Karl Marx itu. Proses belajar selanjutnya adalah mengumpulkan informasi berguna mengenai destinasi kami.

http://www.orangesmile.com/common/img_city_maps/trier-map-0.jpg


Yang menarik : Trier memiliki sembilan situs warisan dunia UNESCO yang letaknya berdekatan, kota tua ini juga banyak menyisakan bagunan peninggalan kekaisaran roma, bahkan ni ada yang bilang Trier itu kayak miniaturnya Roma.

Alasan lain bagi penulis, letaknya mudah dijangkau serta biaya tiketnya wajar.

Oyaaa, coba perhatikan peta Trier di atas. Ada titik hitam, titik hitam adalah rute wisata yang bisa diambil pejalan kaki. Beruntung sekali penulis menemukan itu. Jadi, gak perlu beli di Touris-Information. Hahahaha.

Dan.....

Inilah daftar kesembilan situs warisan dunia UNESCO yang ada di Trier :




  •  Porta Nigra (Gerbang Hitam), kira-kira 10 menit dari stasiun utama Trier dengan jalan kaki. Ini seperti menjadi titik penyambutan awal para wisatawan yang ingin jalan-jalan di Trier. Gerbang ini sudah ada sejak 180 M, karena umurnya yang tua, batu-batu yang menjadi bahan utama gerbang ini pun menghitam. Situs ini termasuk sisa kekaisaran Romawi yang tergolong besar di bagian Alpen Utara.



  • Dom, letaknya juga tidak jauh dari Porta Nigra. Termasuk gereja keuskupan yang paling tua di Jerman.


  •  Liebfrauenkirche, persis di samping Dom. Kami berdua tidak masuk, karena gereja sedang dipakai untuk acara keagamaan. Gereja ini masuk kategori gotik, dibangun abad 13.



  •  Konstantin Basilika

  • Kaiserthermen, bekas pemandian air panas
diambil dari jauh, karena kamu mutung.. hahah. ini sedang direnovasi
http://www.trier-info.de/english/imperial-baths-info





  •  Barbarathermen, bekas pemandian air panas.

sedang direnovasi juga, tempat ini luas


  • Römerbrűcke, jembatan tua roma



  •  Amphitheater
http://www.trier-info.de/english/amphitheater-info



  • Igeler Säule
http://www.trier-info.de/english/igel-column-info



Menurut penulis, Trier cocok untuk pejalan kaki, objek wisatanya berdekatan dan mudah dicapai. Dalam waktu sehari, bisa diatas 13 Objek yang dilihat dalam hari tsb. Baru jalan sebentar, kami bisa melihat sekaligus beberapa objek wisata secara bersamaan.

Menurut Kki, tipe Trier ini seperti Yogyakarta.

Sebagi bonus bagi wisatawan yang mengunjungi Trier, hal tersebut sudah bisa dirasakan semenjak melewati Porta Nigra.

Di samping Porta Nigra, ada Tourist Informasi dan juga Stadtmuseum Simeonstift. Kami pun berjalan lagi memasuki kawasan yang dinamakan Hauptmarkt. Belum sampai disitu, kami sudah disodori Dreiköniginhaus




Hmm, walaupun bentuknya kecil dan malah menyerupai sebuah Cafe.


Beberapa langkah dari situ, sampailah kami di Hauptmarkt. Pada titik ini, puncak dari gereja ST. Gangolf Trier terlihat.



Letaknya betul-betul menguntungkan jika ditempuh dengan jalan kaki. Ada penunjuk jalan yang jelas untuk mengarahkan kami ke Dom dan Liebfrauenkirche. Di sisi bagian lain, ada beberapa objek seperti Spielzeugmuseum dam Frankenturm

Oya, didekat Konstantin Basilika ada sebuah istana kecil mungil yang cocok untuk dikunjungi, namanya Kűrfustliches Palais Trier.






Silahkan ikuti petunjuknya yaaah :D

Rute selanjutnya adalah mengunjungi Barbarosathermen-Romanischebrucke-Kaiserthermen. Saat inilah kami menggunakan bus.

Untuk urusan bus, kami mengandalkan DB Navigator. Menuju Kaiserthermen, kami naik bus jurusan 82 dari halte di dekat Porta Nigra. Halte di sekitar Porta Nigra banyak, sempet bingung. Ada halte nomor 1, 2 sampai 10an... Ulalalala.

Sampai di Barbarosa- dan Kaiserthermen jujur kami langsung kecewa, soalnya kedua tempat tersebut sedang direnovasi. Kami pun sempat mutung dan membandingkan kedua tempat tersebut dengan Candi Borobudur.

Rumah kelahiran Karl Marx hanya sempat kami lewati...

Dari yang penulis amati, hanya Porta Nigra yang membekas di hati penulis.




Mungkin, karena di Indonesia banyak cagar budaya semacam itu jadi ketika melihat situs-situs yang ditawarkan Trier rasanya jadi biasa saja hehehe.

Ulalala


2

2 komentar:

  1. jadi pengen nyanyi..let it goo..let it goo..liat bangunannya..berasa di Frozen yaa :)

    BalasHapus
  2. iya mbaaak tapi ada yang lebih ala Frozen lagi mbak Dedewww... Hihihi Let it gooooo... :) lalalallaa

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D