Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 13 Juli 2015

Jalan Singkat di Bonn : Tetap Enjoy di Pusat Kota

Jerman adalah surganya papan petunjuk. Di Jalanan ada saja papan yang memudahkan seseorang mencapai tujuannya. Di dalam kota contohnya, untuk mencapai tempat wisata tertentu, dengan lumayan mudah, orang akan terbantu dengan papan petunjuk arah yang disediakan.

Deutschland ist ein Schilderwald, sagen viele. (Deutsch Perfekt, 2014 )
Jerman adalah sebuah hutannya tanda, kata banyak orang

Penulis juga pernah menyoal beberapa tanda di Pos inSecuplik papan tanda di Jerman 





Keberadaannya menolong penulis yang saat itu ada di Bonn (12/07/15).
Tanpa tujuan jelas setelah berpisah dengan Fitria yang harus menuju Siegburg bersama keluarga angkatnya, penulis pun menggunakan kesempatan selama 2 jam untuk menyapa Bonn.




Im gone everywhere, without any destination and only enjoy the walking.”



“Ada banyak sisi yang bisa dilihat di manapun dan dalam kondisi apapun.”


Things To See :

  • Popelsdorfer Schloss
Tampak kejauhan





Menuju Popeladorfer, penulis melewati taman kehijauan. 



Beberapa orang tua bersantai di tepian sambil duduk-duduk. Kebetulan saat itu musim panas, penulis juga banyak berpapasan dengan orang yang berolahraga.



  • Zentrum alias City Center


Di Dalam Pusat kota :



  • Markplatz

  • Altes Rathaus

  • Bethoven - Haus








Di Perjalanan menuju Rumah kelahirannya Bethoven, ada lukisan tokoh-tokoh penting. Lukisan tersebut dipampang di atas lantai Jalan.







Ke Universitas

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/12/Universit%C3%A4t_Bonn.jpg


Lumayanlah untuk 2 jam yang singkat itu. Tempat-tempat tersebut dekat dengan Stasiun dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dalam kurun waktu tersebut, penulis sedikit menandai bahwa Bonn tidak terlalu bersih. Di dalam stasiun contohnya, ada kesan kumuh dan tercium aroma pesing. Parahnya, waktu teman penulis ke Toilet, toiletnya kotor sekali. Ishhhhhhhhh. Entahlah, mungkin penulis harus ke Bonn lagi untuk berkenalan lebih dekat.

Kaki yang lelah dan badan sedikit lemas karena masih puasa, penulis putuskan kembali ke Stasiun. Penulis tak lupa membeli minum untuk buka puasa nanti dan kemudian menuju ke  kereta yang akan membawa penulis pulang ke Ingelheim.



0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D