Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 29 September 2015

Ayam, Teman dan Nafsu Makan

*Dia : Kikik


Beberapa minggu lalu waktu les ada yang nanya, “Fitri, apa yang kamu lakukan jika kamu punya waktu senggang dan kamu sedang sedih?” Pertanyaannya spontan dan tiba-tiba aku yang suruh jawab pertama. Kaget lah, tapi dari pada kelamaan mikir milih kalimat, jawaban yang muncul adalah “Hemm kalo punya waktu senggang aku bakal ngundang teman ke Rumah, masak, makan dan ketawa-tawa kaya kuda.” Hahahah!

Taraaaaaa.....

http://www.tim-maelzer.info/wp-content/uploads/2010/05/haehnchenstehend.jpg
2

Cerita Pak Ahmad Tohari : Di Kaki Bukit Cibalak

Di Kaki bukit Cibalak yang dulu riuh akan suara korakan kerbau itu, Pambudi tinggal. Seorang lelaki 24 tahun yang bekerja di Koperasi Desa Tangir. Ia pemuda baik yang ingin desanya mengalami kemajuan, namun sayang banyak hal yang menyendatnya. Salah satunya, adalah karena lurah baru yang tak bisa diajak kompromi. Pak Dirga, itulah si Lurah yang kelebihannya adalah gonta-ganti Istri. Istri yang sekarang saja adalah yang ketujuh.

Sungai Salzach di Salzburg, foto diambil oleh penulis, gambarannya lumayan mewakili sedikit ttg Kaki Bukit Cibalak hehe

Sebagai pegawai koperasi, tetek bengek utang piutang anggota adalah salah satu urusan Pambudi. Suatu waktu, datanglah mbok Sarem, seorang tua yang ingin meminjam beras pada Koperasi. Ia ingin berobat, lehernya bengkak dan sakit. Sayang, Pambudi tidak bisa memutuskannya. Mengikuti alur birokrasi mereka berdua meminta persetujuan si Lurah. Hmm, tetapi bukan pak Dirga namanya, kalo  akhirnya menolak permohonan itu kala Pambudi dan mbok Sarem menghadapnya.

Lalu.....
0

Yang Sering Ditanyakan Pengirim Email ke Pipid

Herzlich Wilkommen hier alle Leute, die gerade diese Artikel lesen. Das ist wirklich behaglich, wenn ich durch E-mail von paar Leute eure Rűckmeldungen antworten kann. Aber es fehlt mir noch was, dass etliche Leute fast gleiche Fragen stellen. Villeicht was ich schon űber Au-pair geschrieben habe, ist nicht zu deutlich geworden.So jetzt fűge ich nochmal extra  fűr euch hinzu.

Halo, kawan-kawan yang sedang mencari informasi mengenai Au-pair di Jerman. Semenjak saya menulis artikel dengan judul ini  Suka Duka Aupair Jerman ada ragam respon yang diterima melalui email. Beberapa mengajukan pertanyaan yang sama, seperti :
0

Curhatan Kecil Seputar Kesibukan

“Halo, gimana punya kabar?” sapa seseorang di Sana.

Semalem ada yang nanya sekarang Penulis sibuk apa? Penulis jawab lagi sibuk bales Whatsapp, eh malah diomelin sama yang nanya. Hahahaa, akhirnya kami ngobrol-ngobrol gila. Penulis cerita kalo sekarang lagi ngambil kursus lagi setelah sempat vakum selama tahun pertama FSJ.

Lha piye kui ceritane-lha gimana ceritanya?” tanyanya sembarangan. “Apik pokoke ceritane, seneng aku nak ngeling-eling-bagus deh ceritanya, suka deh aku mengingatnya.” “Ndang tulisen ae, gen athimu tambah seneng lan go pangeling-ditulis sana tuh biar kamu tambah seneng dan buat pengingat!”
0

Jumat, 25 September 2015

Pengungsi, Bagaimana Kabarmu?





*Kami tak menemukan Siang dan Malam untuk tidur, karena kami takut untuk memiliki hidup*






*Kami mengingkan hidup yang layak*

2

Sabtu, 19 September 2015

Was zu Tun in Boyolali

Beberapa hal ini bakal segera terlaksana kalo ke Boyolali pulang ntar. Dah lama belum mudik dari Jerman neeek, walaupun masih suwi (lama) Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, inilah dia yang target dalam bulan pertama ntar  di Boyolali, kota tercintaaah :


4

Jumat, 18 September 2015

Jalan-Jalan di Augsburg

Die Fuggerei? Apaan Tu?

Augsburg, salah satu kota di Bayern memiliki sebuah kompleks pemukiman yang dinamai Die Fuggerei. Cuma di Situ, menyewa rumah dengan biaya pertahun nyaris 1 Euro lebih tepatnya 0,88 Euro. Dengan ongkos yang jika dirupiahkan mencapai 15 ribu rupiah, mereka para penghuni mendapat fasilitas yang cukup bonafit. Ada ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, halaman rumah yang mungil nan asri.

0

Rabu, 16 September 2015

Jalan-Jalan di Salzburg - Austria

"Selamat datang di Salzburg-Austria saudari Fitri Ananda yang ke Sini untuk menjawab panggilan dari dalam diri."


[Follow your heart, guided by your conscience. Neither follow trends, nor avoid trends for the sake of being unique.” -  http://www.duaransel.com/travelquotes/#sthash.xZDTUTKX.dpuf ]

Salam itu kuucapkan sendiri saat tiba di Sana. Asal mula kenapa perjalanan ini kulakukan sendirian ada di Sini. Klik






Pembukaan

Keputusan untuk ke Salzburg sendirian sudah matang (12/09/15). Beberapa hal pun dipersiapkan agar perjalanan mencari jawaban ini membawa ketenangan dan kesenangan.

  •  Riset mengenai Salzburg. Penulis pun bertanya pada Google apa yang akan penulis lihat dan kunjungi. Dari Google penulis diajak berkunjung ke www.salzburg.info
5

Selasa, 15 September 2015

Gesichtsgymnastik

*Karangan ini ditulis 07.09.2015 pada hari pertama aku les. Yang mana  pada -
0

Perjalanan : Sebuah Proses Mencari Jawab

Sebelum Memulai Perjalanan

Sejak beberapa minggu lalu, rinduku pada kampung yang dihuni Ibu makin menggebu. Ingin rasanya kembali dan melepas dahaga, tetapi tugas dan tanggung jawab yang kuemban belumlah tuntas. Hari-hari berganti dan perasaanku tak kunjung padam. Lalu pada saat-saat itulah, kota Salzburg timbul tenggelam di Pikiranku. Hatiku sempat bicara di malam-malam pekat sebelum aku tertidur, “Pergilah Ke Salzburg, selami dirimu sendiri saat ini.” Kata-kata itu seperti menggantung di Kepalaku. Sampailah pada suatu hari, langkah menggapai kota kelahiran Mozart itu terasa ringan.




0

Rabu, 09 September 2015

Adakah Harapan dalam Kepayahan? #1

Bumi itu luas, tak terbantahkan lagi bukan. Di Segala penjuru ada bermacam-macam hal yang bersamaan sedang terjadi. Beberapa hari lalu misal, aku sedang menyembunyikan diri di Ruang komputer hanya untuk membaca artikel lewat sambungan internet. Lagi khusyuk-khusyuknya, kolegaku membuka pintu. Ia menanyai apa yang tengah aku lakukan. Tidak apa memang, namun kemudian aku termenung setelah kejadian itu.


http://www.tagesschau.de/multimedia/bilder/fluechtlinge332~_v-videowebl.jpg

0

Ada Apa di Trier?

Das war am 08.08.2015 wo Ika und ich in Trier waren. Da ist bei mir schon zweite Mal gewesen, erst reiste ich mit Kiki. Hier ist unserer kurzfristiger Ausflug  :

Klick klick klick *Jalan-Jalan di Trier*


Trier ist bekannt als Deutsche älteste Stadt. Diese Stadt glänzt mit Bauwerken und Denkmälern aus zwei Jahrtausenden.

So teile ich jetzt unsere v Fotos von die Wichtigste Gebäude dort, die die Leute unbedingt gesehen werden. Egal eigentlich ob man sieht oder nicht.  Los geht! :

  • Porta Nigra. Nigra bedeutet Schwarz oder Hitam auf Indonesisch. Die schwarzen Sandsteinquader verliehen der Porta Nigra ihren Namen. Hier ist sehr einfach zu erreichen. Vom Trier Hauptbahnhof kann man circa 10. Minuten laufen. Genau neben Hauptstraße steht Porta Nigra. Komm lass euch űberraschen!




0

Senin, 07 September 2015

Mencari JawabanMu di VHS Bingen

Mana pernah aku bayangkan kalo sepulang dari kursus ada mobil yang menumpangiku. Bukan karena aku hitchiking atau karena jalan kaki (lagi) seperti dulu di Ingelheim : Dari Jalan Ingelheim , yang ini sudah direncanakan dulu beberapa menit sebelum kelas selesai.

Lha mana aku juga tahu, kalo guru kelas bahasa Jerman di Volkhochschule (VHS) Bingen itu asalnya juga dari Ingelheim dan tinggal tak jauh dari tempatku bernaung. Jadi begini, hari ini (07/09) adalah hari pertama lesku di Sana. Belum kenal medan, datang kurang awal, membuatku gelagapan sendiri. Dari kemarin aku selalu membantin, “Ah tempatnya gampang, pokoknya dekat Gereja, tinggal cari gereja pasti ketemu.” Nah, salah siapa kalo akhirnya hari pertama ini aku harus jalan muter-muter dari Stasiun Bingen ke Ruang kelas Deutsch C1 itu.

Sampai di Ruang kelas, sudah ada 5 orang, yang setelah perkenalan baru aku tahu kalo mereka ini sebelumnya sudah les di VHS Bingen. Jadilah aku benar-benar jadi anak yang paling baru. Masuk kelas, aku menggeh-menggeh dan memilih tempat duduk dekat anak Iran. Yang penting duduk dulu, sementara aku acuhkan pandangan mereka yang nggumun melihatku. Biasalah orang cantik diliatin. “Jilbab warna-warni, kulit item, suaranya ngebas, telat, senyum-senyum sendiri, heh kamu anak apa?” kubaca pikiran pemuda dari Arab di depanku. Belum ngomong apa-apa, fantasiku sudah kemana-mana.
1

Kamis, 03 September 2015

Kontingen Boyolali Raimuna Nasional 2008

“Selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan..
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama..”

*Tepuk Pramuka : Prok Prok Prok........ Prok Prok Prok... Prok Prok.....Pokk Prokk.. Pok.

Beberapa hari ini, Facebook menyambungkan kami yang sempat tak berkabar sama sekali. Kami yang dulu muda dan merupakan penegak bantara, masih SMA dengan gembira ria menjadi perwakilan kabupaten Boyolali sebagai peserta Raimuna Nasional IX pada 2008 di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur,  Jakarta (27 Juni – 07 Juli)

Foto bareng Pak Bupati Boyolali

14

Gigiku kemana, Cu?

Dalam Papan display tertera angka 129. Artinya, kamar nomor itu membunyikan bel panggilan kepada para perawat yang kebagian jaga sore itu. Dua perawat lain sedang sibuk, lalu perawat lain bilang padaku, “Fitri coba tolong kamu ke Sana tanya apa yang Mbah Mischo mau ya!”

Dengan langkah pelan, ku berjalan ke Sana. Kalau simbahnya kenapa-napa gimana ya, aduh takut. Pikirku neko-neko. Saat memasuki kamar, serta merta kutekan bel warna hijau supaya bel pemanggilnya mati.

“Kenapa mbah?”

“Itu cu, aku cari gigiku.”


Oh, gigi. Baguslah mbah bukan masalah serius. Gigi ini maksudnya gigi palsu. Biasanya sih gigi si mbah ini ada di meja kecil dekat ranjangnya, itu seingatku. Segera kutengok meja di sebelahnya.


http://doktersehat.com/wp-content/uploads/2014/05/gigi-palsu.jpg
0