Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 29 Oktober 2015

Jalan - Jalan di Bacharach

Begitu sampai di Bacharach (29/10) penulis berjalan perlahan memasuki kota tuanya yang bersejarah. Tengok kanan-kiri, banyak sekali bangunan yang disewakan untuk menginap. Ada yang memakai istilah hotel, Pansion, Ferien Wohnung dan yang paling beken katanya adalah Jugenherberge-nya.

Menuju ke Jugendherberge Bacharach


Dari yang penulis baca dan informasi dari rekan kursus, si Nazeeh yang pernah tinggal di Situ, Jugenherberge di Bacharach adalah bekas kastil. Oke deh, karena kebetulan hari libur dan udara cerah, berangkatlah penulis untuk menengok kota yang katanya romantis dan berdekatan dengan sungai Rhein itu, sungai terpanjang di Jerman. Rhein klick

Burg Stahleck yang sekarang juga Jugenherberge dari jauh

6

Rembug Tuo Karo Le Tuo

Sanajan aku ra melu ngombe bier utawa alkohol liyane, bengi babar nyambut gawe aku melu kumpul-kumpul mangan karo kolegaku (27/10). Acara iku nak tak arani kaya acara sing tujuane ngeraketake pasuduluran kerjo, ben tambah kompak, srawungan lan cerita-cerita.

Aku saiki lagi nyambut gawe neng Panti Jompo Ingelheim Jerman. Kerjoku ra pati abot nak tak sandingke karo kolegaku liyane, yo amarga aku kan statuse lagi sinau saka program Freiwillige Soziales Jahr (FSJ) utawa kerja sosial. Makane, pas wayah ngerumpi sinambi ngenteni pesenan Dinner, aku malah bingung arep nggresulo opo, lha nak tak bathin-bathin, tugasku ra seabot liyane le do melu mangan.


0

Minggu, 25 Oktober 2015

Kartu Sim / Sim Card di Jerman, Pakai Yang Mana yah?

Sesampainya di Jerman, beberapa pertanyaan ini pun memenuhi kepala saya. Gimana ya biar bisa tetep internetan, telponan atau sms-an dan biayanya hemat? Pake Kartu apa ya-Pake Sim Card apa ya? Providernya apa ya?

www.simtarif,de


Waktu itu saya di Berlin dan banyak sekali kenalan asal Indonesia yang pada pakai O2, kemudian mbak Nuri dan mbak Odi juga memberi saran untuk pake O2 saja, tapi yang prepaid. Ha? Maksudnya? Kemudian mereka menerangkan kepada saya. Kartu di Jerman jenisnya ada dua,
7

Kamis, 22 Oktober 2015

Auf Wiedersehen Kurs ------ Teil 1

Nach der offizielen  Beendigung des Deutschkurses (20/10) bin ich teilweise traurig, aber auch erfreut. Klar, ich műss nicht  mehrmich beeilen wenn mein Sicht zum Ende geht. Mein Dienst beendete um 15.00 dann so schnell wie möglich sollte ich schon in der Klasse um 15.30. Am anfang hat alles gut geklappt, dann kam Zeit wo ich meisten zu spät kam. Am Schlimmsten fehlte ich auch mehr als 4 mal wegen Arbeit.Sau Schade!

Ich habe mich am 07.09 fűr den Kurs verbindlich angemeldet. Dafűr bezahlte ich Vollpreis ohne Ermäßigung. Ich habe mir gedacht, villeicht kriegte ich 30% Rabatt haha aber leider nicht. Kein Problem! Ich habe schon extra gespart.


0

Rabu, 21 Oktober 2015

Catatan Alumni : Reuni PB Jerman UNY di Jerman

Jika mengutip dari laman www.Indonesiagoestofrankfurt.net, salah satu alasan mengunjungi Frankfuter Buchmesse  adalah benar adanya  untuk bertemu orang-orang baru, menyegarkan kontak dengan kawan lama dan menjalin kemitraan. Begitupun dengan mereka ini, para alumnus Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.

Momen yang mengesankan, karena pada 2015, Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan /Guest Of Honour /Ehrengast der Frankfuter Buchmesse. Kesempatan ini pun kami gunakan untuk berkunjung ke Sana. Sebab musababnya, kapan lagi kalau bukan sekarang.

Dok Arum Cahya Kirana dan Peter

0

Ke Frankfuter Buchmesse 2015

Pada 2015 ini, Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Pameran Buku di Frankfurt, Jerman. Acara digelar dari 14-18 Oktober dan mengusung tema  17.000 Islands of Imagination. Sekitar 70an penulis berbagai genre diboyong ke Pameran terbesar Dunia tersebut, termasuk sang Penulis buku Ronggeng Dukuh Paruh,  Ahmad Tohari.

Dok : Kiki


Beberapa tahun silam, sebuah Film berjudul Sang Penari diangkat kelayar lebar oleh Ifa Isfansyah dengan latar belakang novel tersebut. Ronggeng Dukuh Paruh sendiri merupakan trilogi, yang bisa dibilang mempunyai cerita lanjutan dalam novel Jentara Bianglala dan Lintang Kemukus. Saya pribadi kemudian berimajinasi sendiri dengan akhir cerita dari nasib Srinthil, Ronggeng cantik yang hampir saja menikah tetapi tidak jadi. Silahkan dibaca saja bukunya yah!

Dari beberapa buku Ahmad Tohari, saya terkesan dengan novel Lintang Kemukus, Di Kaki Bukit Cibalak dan tentu saja Ronggeng Dukuh Paruh. Apalagi mengenai kisah Pambudi di Kaki Bukit Cibalak itu. Ceritanya sederhana dan ketika saya membacanya baru-baru ini, tekad saya untuk belajar dan melanjutkan studi kembali ada. Oya, Bekisar Merah juga menginspirasi.
6

Rabu, 14 Oktober 2015

Resensi Film die letzte Spur : Jejak Terakhir

Alexandra, gadis muda yang baru saja berumur 17 tahun belum juga sampai di Rumah. Ibunya yag dari awal melarang Alexandra pergi pesta sampai larut malam khawatirnya semakin menjadi. Sepenggal cerita film “die Letzte Spur”  “Jejak Terkahir” itulah yang semalam (13/10) membuat kiki dan penulis terdiam beberapa menit. Kami tidak sengaja memilih program televisi dan kemudian terhanyut akan ceritanya. Film ini disutradarai oleh Andreas Prochaska.

http://image.tittelbach.tv/article/1613-4e5fed282be7c-thu.jpg
Pemeran Alexandra : Emilie Schuele


Film ini menarik, menurut penulis. Misterius, halus dan tidak terduga. Tokoh tokoh dalam film ini seperti dalam keseharian kita. Pertama adalah keluarga Walch yang terdiri dari Bapak, Ibu, 3 anak (termasuk Alexandra), Omnya Alexandra dan Christi (anaknya Om), pacar alex, teman alex, guru alex, pelacur dan polisi yang bertugas memecahkan kasus hilangnya Alex.
0

Plesiran Bersama Penghuni Panti Jompo

Tempat penulis ngelaksanain Freiwillige Soziales Jahr (FSJ) sedang merayakan ulang tahun ke 30, Altenzentrum im Sohl. Tentu, banyak program yang diagendakan untuk memeriahkan hari jadinya. Ada acara khusus penghuni, acara khusus pekerja, para keluarga dari penghuni dan untuk umum. Salah satu dari acara yang digelar hampir sebulan itu adalah AUSFLUG atau plesiran dalam bahasa Jawanya.



AUSFLUG memiliki makna perjalanan singkat ke Sebuah tempat yang bertujuan untuk bersantai atau berbincang-bincang. Nah, pada Ausflug kali ini pesertanya adalah penghuni panti Jompo dan panitia (bos-bos). Penulis juga dilibatkan jadi pendamping penghuni, kayak tahun lalu. Tahun lalu keliling Ingelheim naik kereta kelinci liputannya, kali ini (13/10) naik bus ke Rochuskapelle, Bingen. 
2

Senin, 12 Oktober 2015

Daftar Kaget Waktu Awal di Jerman

Credit to Delta Luminthi Kecil

Hallo Luminthiku yang segera ke Jerman. 

Kebetulan banged Oktober ini bertepatan jadi hari jadi keduaku di Jerman haha. Sesuai obrolan kita beberapa waktu lalu, inilah dia daftar 5 hal (lainnya nyusul)  yang bikin aku kaget waktu sampai di Jerman. Apakah itu?



  •  Air minum Jerman berkarbonasi. Bukannya lega habis dikasih minum, lidahku seperti ditarik-tarik del waktu pertama nyampe di Berlin.
0

Minggu itu ....


Hari minggu itu emang hari yang damai di Jerman, hampir semua toko-toko pada tutup, jalanan jadi agak sepi, orang-orang banyak yang bersantai di Rumah atau menghabiskan waktu entah di mana bareng keluarga, kerabat dan handai taulan.



Masalah kerjaan gimana? Ya yang di Kantor-kantor si emang pada libur, tapi banyak juga kok yang masih kerja. Contohnya, mereka-mereka yang kerja di bidang sosial, kayak di Panti Jompo. Libur Sabtu Minggu? Gak identik dengan santai di Rumah. Kalo lagi kena jatah kerja ya harus kerja. Kalo semua libur, siapa yang ngurus mbah-mbah? Mereka kan juga harus ganti baju, sarapan, makan siang-makan malam, minum obat, di ajak jalan-jalan, ngopi-ngopi dan berleha-leha sembari makan kue.

Sebagai seorang yang menjalani Freiwillige Soziales Jahr di Panti jompo dampak ini juga mengena ke aku. Yang itu lo, yang gak selalu libur sabtu minggu. Libur akhir pekan dalam sebulan di jatah dua kali aja. Selang-seling jadinya. Dulu mikirnya gini, wah gak asik donk kalo sabtu minggu masuk! Tapi itu dulu. Semakin ke Sini perbedaan kerja di Tempat kerjaku di Hari kayak gitu makin terasa.



Satu, lebih santai suasananya. Mungkin, karena bos-bos yang di bagian administrasi kan pada libur, jadi para perawat ngerasa gak diawasin.
6

Senin, 05 Oktober 2015

Jadi Murid di Simulasi Seleksi Indonesia Mengajar





Mula-mula

Pelaku utama dalam cerita ini sebenarnya adalah senior saya, mbak Vida namanya. Di dalam adegan ini peran saya adalah sebagai pengamat dan penggembira. Begini ceritanya, secara tiba-tiba mbak Vida mengabari kalo dia lolos tahap awal (administrasi) seleksi calon pengajar muda Indonesia Mengajar angkatan XI. Saya tentu kaget, mbak Vida yang terpisah jarak antara Jerman dan Indonesia dengan mereka yang menyeleksi, dapat menaklukan tantangan pertamanya. Memang, dengan teknologi yang makin maju, jarak menjadi makin tak terasa.

Nah, karna sebab itulah ia bilang butuh orang yang bisa dijadikan “murid-murid” kelas dua Sekolah Dasar. Kira-kira jumlahnya 4-6. Orang-orang ini nantinya juga didesain jadi patner diskusi saat ada sesi dinamika kelompok. Mbak Vida ini diminta melakukan simulasi mengajar dan akan  dinilai saat diskusi. Awalnya, saya bilang gak bisa karena kerja tapi ternyata saya tidak teliti, saya emang kerja tapi jatah sore. Jadi, bisa lah sebentar ke Tempat mbak Vida di Mannheim dan pulang lagi ke Ingelheim langsung kerja. Ngomong-ngomong, saya tinggal di Negara bagian Rheinlanf Pfalz dan mb Vida di Baden Wuerttemberg, kalo naek kereta kira-kira dua jam. Ke Luar Kota naek kereta di Jerman itu enak, jadinya mudah n gak terasa jauh (gak semua sih).
2

Minggu, 04 Oktober 2015

Jalan-Jalan dari Bingen ke Rűdesheim lalu Assmannshausen

 Things to do : Jalan-Jalan di Rűdesheim dan Assmannshausen

Menggunakan Ringticket menjadi satu dari kemungkinan lain yang dipilih, dengan  ini, kami berdua yang memulai  perjalanan dengan kapal pada pukul 13.00 bersama dengan ratusan pengunjung lain mendapat suguhan lengkap dengan harga terjangkau, cukup 14 Euro pada masa tersebut. Hal-hal ini yang didapat dengan biaya segitu, ini contonya, posisi kami dari Bingen (kota terdekat dari tempat kami tinggal) : Cek juga www.bingen-ruedesheimer.de 

1.      Naik kapal ke Assmannshausen
2.      Naik Sesselbahn (Kursi gantung) ke Jagdschloss Niederwald
3.      Tracking 3 Km ke Tugu Niederwald
4.      Naik Seilbahn (Cable railway) ke Rűdesheim
5.      Pulang balik lagi ke Bingen.

Ringticket



*Tiketnya berlaku seharian, yang penting naik dengan kapal yang udah ditentukan dan bisa balik ke Tempat tujuan kalo masih ada jadwal kapal. Hal ini akan dijelaskan saat beli tiket di Tempat pembelian.*Total trip kira-kira 6 jam.*


Gimana sih ceritanya?
6

Jumat, 02 Oktober 2015

Kembali dari Jerman, Vida Mengabdi Di Bumi Pertiwi



*oleh Fitri Ananda, ex-Reporter Humas FBS UNY.
dipublikasikan di uny.ac.id dan fbs.uny.ac.id 

Dua tahun persisnya, Vida menempa diri di Jerman. Selepas lulus dari Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta (PB Jerman FBS UNY) pada 2013, ia memutuskan ke Negeri pemenang piala Dunia 2014 tersebut.  Kini, gadis asal Pemalang itu menjadi salah satu dari ribuan orang yang bisa lolos menjadi pengajar muda  Indonesia Mengajar angkatan XI. Ia merupakan satu dari 50 orang terpilih lainnya.

Jembatan pertama yang dilalui Arvida Rizzqie Hanita adalah mengikuti program Au-pair, dimana seseorang tinggal bersama sebuah keluarga berkebangsaan Jerman  selama setahun. Kemudian,  pada tahun kedua ia mempelajari hal baru dengan orang-orang berkebutuhan khusus dalam kegiatan sosial sebagai seorang pekerja sosial. Istilah lainnya adalah Freiwillige Soziales Jahr.


4