Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 22 Desember 2015

Menjemput Kardus di Baumarkt (Pasar Bangunan)

Tujuan saya hari ini  (22/12) ke Pasar Bangunan (Baumarkt/Bauhaus) di Ingelheim adalah cari kardus. Kardus khusus buat Umzug (pindahan) atau Umzugskarton. Sebenernya, saya udah punya beberapa kandidat Karton alias kardus yang akan saya kirim ke Indonesia lewat jasa Pulangkampung.eu. Sayang, kardus yang yang saya dapat gratisan dari kolega dan kawan kok kurang gedhe. Yasyudah, setelah pikir-pikir, mending saya rencananya beli aja.

Baumarkt Ingelheim


Pertama, saya ngecek ebay kleinanzeige (ebay yang nampilin barang yang ditawarkan di daerah sekitar kita tinggal). Kedua, saya lihat kisaran harga karton fűr den Umzug. Ukurannya kalo manut pulankampung.eu bervariasi ada yang 45x45x80 cm (XXXL), 60x40x40 (L) dan 40x30x40cm (M).  nah, untuk keperluan kirim pake pulangkampung.eu, saya butuhnya yang ukuran L (standar).


Harganya berkisar mulai dari 2 Euro. Kata Pulangkampung.eu, ada beberapa merk kardus yang tidak disarankan soalnya kurang tahan lama. Ndilalah, yang lewat ebay kebanyakan nawarin kardus dengan merk terlarang itu. Wah, yasudah pergi ke Pasar Bangunan aja dulu biar ngeliat langsung aja.

Gila, gedhe banged tempatnya. Padahal, dari luar tampak kecil. Ya namanya juga Baumarkt, Jadi di Sini komplit byanged. Kayak mall-mall, ada Stan keramik, stan atap, stan keran, kerdus, alat keamanan, cat, dan buanyak lagi. Memasuki Pasar, saya bengong dan gak tahu ke mana, untung ada pusat informasi. Setelah sapa-sapaan, saya bertanya : Wo kann ich Karton finden? Di mana saya bisa nemu kerdus?

Saya pun menuju ke TKP dan segera memilih kardus mana yang akan saya bawa ke Rumah. Hmm, harganya 1.99 semua, mau ukuran apa aja harganya segitu. Ya Allah, kalo di Boyolali dulu mah dengan 2 Euro saya bisa dapat puluhan. Kira-kira 20 menit sehabis bingung milih-milih saya pun ambil kardus yang ukurannya mendekati 60x40x40. Saya kemudian iseng tanya ke Bapak petugas ruangan itu, ada gak yang lebih gedhe.

“Emang mau bungkus apaan?” tanyanya kepo. “Buku dan lainnya, Pak.” Dia kemudian mencarikan ukuran agak besar dan berkata kalo istrinya kerja di Kantor Pos jadi tahu mana kardus yang cocok. Karena bapaknya lama, saya jalan-jalan ngeliat isi Pasar dan bapak tadi menghampiri. “Bitte, das ist umsonst!” (Monggo, ini gratis!).

Saya gak bisa menyembunyikan kegirangan dan senyum-senyum. Efek mau Natalan ni, semua orang bersuka cita. Ihir. “Pak, ntar kalo disuruh bayar kasirnya gimana?” tanya saya untuk antisipasi hehe. “Ich komm mit, keine Sorge!” jawabnya. Setelah maturnuwun, saya keuar dari Pasar dengan bahagia. Yeaaaaaah, ra mbayar! ***Semoga makin bersuka cita bapak yang baik! :D

*****

Pulangnya, saya mindah barang ke Kardus baru. Setelah mengepak barang yang akan dikirim dengan baik (buku, baju, dll), saya menunngu Kiki datang. Doi mau ngebantuin mlester kerdus. Hahaha, lakban saya pun habis untuk satu kardus. Hmm, masih ada lakban dan kardus lain yang menunggu neeeeh.

kardus standar posisi berdiri



*****


3

3 komentar:

  1. Sekalian harusnya mintak banyak hahahahahh

    BalasHapus
  2. Aku niate ranjaluk og mas wkwkwkwkwkw;p

    BalasHapus
  3. Yeeeee, ra sah mbayar. kalau pindahan gitu lebih enak pakai kardus memang ya. barang jadi tertata sesuai kelompoknya masing masing. emang baris bebaris. hehehe.

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D