Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 28 September 2016

Rumah dan Hujan

Intensitas meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama dan sering, ternyata tidak dapat mengubah perasaan semacam ini. Perasaan rindu dan ingin segera sampai rumah. Entah sedang  dalam kondisi bocor atau agak kotor atau sedang dicor, rumah adalah alamat yang jadi prioritas utama.


Rumah adalah rumah jiwa. Kenyamanannya ditentukan oleh para penghuni di dalamnya.

0

Senin, 26 September 2016

Pikiran Sebentar di Jakarta

Harusnya semalam saya bisa pulang ke Boyolali. Jika pun iya, setelah acara selesai jam 18.30 saya harus berjibaku dengan macet dan tidak tahu bagaimana caranya, jam 19.30 sudah terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. Harusnya.

Kenyataannya, tiket saya berkata lain. Saya baru bisa pulang hari ini (27/9). Ya itu tadi, karena susah katanya jika harus mengejar waktu supaya sampai di Bandara jam segitu. Lha kok waktu dikejar? Hahah. Beberapa orang bilang, begitulah Jakarta, susah diprediksi. Yang dekat bisa jadi seperti jauh sekali, apalagi yang jauh.

Saya belum pernah sih hidup berbulan-bulan di Jakarta, hanya paling pol 2 minggu. Bagi saya, Jakarta adalah kota yang malas tidur. Ia terjaga sepanjang malam. Kemarin, saya sempat berbincang-bincang dengan guru yang baru bisa sampai rumah jam 08.00 malam, lalu jam 04.00 pagi sudah harus di Jalan lagi menuju ke Sekolah.

Berarti, capek saya  belum ada apa-apanya ya jika dibanding mereka yang di Jakarta. Saya sering juga pulang dari Sekolah jam 14.00an, terus pergi lagi sampai 10/11 malam, bangun pagi lagi. Saya gak perlu terjebak macet, perjalanan bisa diprediksi, santai dan masih bisa curi-curi tidur setelah bangun. Saya masih sempat ini dan itu, masih bisa Quality time with him, masih bisa ngobrol dan ketawa-tawa. Gak bisa bayangin kalo saya hidup beneran di Jakarta. Kesel ning dalan yake T.T


0

Guru Buat Komik Digital Bahasa Jerman, Boleh looo

Sesampainya di TKP

Tiba di Tempat tanpa sempat istirahat, saya masuk ke Gedung Rendra dengan perasaan yang dibuat tenang. Saat masuk, sepertinya materi sedang disampaikan. Yang saya cari pertama adalah tempat duduk dan air minum beserta snack. Sayang, yang saya dapat Cuma tempat duduk. Agak lama, saya pun kemudian mengisi beberapa formular lalu pindah duduk ke bagian depan.



Saya bertemu Ika Guru dari SMA M.H Thamrin, yang Desember nanti berangkat ke Jerman. Setelah tegur sapa, saya bertanya dimanakah saya bisa mendapat snack. Saya masih belum siap dijejali materi nih. Sepertinya Ika memang peka, dia kemudian membagi snacknya untuk saya.

Baru beberapa menit duduk depan, tiba-tiba sudah ada game. Intinya para Peserta diminta memikirkan satu kata. Setelah itu, diminta bermain kata itu. Jadi, kami diminta bikin cerita dengan melanjutkan kata kita, tapi nyambung sama kata sebelumnya.

Tahu apa yang saya pikirkan?


SNACK. Hahahahaha :D

Jadilah ini kalimat saya : ....................................................., saya mengambil inspirasi dari sekotak snack. (Aga lupa ni depannya).

Oke oke Stop. Inilah yang hari pertama para peserta dapat.

Acara ini merupakan kerja sama Goethe Institut, Seamolec, Goethe Institut, PPPPTK Bahasa, Seameo QITEP in Langguage. Dihelat mulai 24-26/09/16 di PPPPTK Bahasa di Jakarta Selatan. Peserta merupakan guru bahasa Jerman se-Indonesia yang dibatasi kuotanya, 30. Jadi, ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari acara saat Konggres Nasional Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia bulan lalu.

Tema acara kali ini adalah Pengembangan dan Pemanfaatkan Komik Digital dalam Pembelajaran Bahasa Jerman. Diharapkan ini menjadi salah satu media yang menyenangakan. Hari Sabtu (24/9) ini memang lebih banyak teori. Kami dibersamai dalam pembuatan komik. Apa yang perlu diperhatikan? Poin penting yang diambil di Sini adalah isi. Apalagi komik ini berbahasa Jerman.

Oya, untuk pengembangan komik ini, kami menggunakan comic story maker (CSM), GMIP, Screenshots o-matic. Nah, hari ini kami mengenal program-program tersebut. Dulu, waktu saya mau skripsi ada beberapa program yang saya gunakan untuk menciptakan komik. Sayang, saya waktu itu tidak melanjutkannya. T.T


Program ini dipilih mungkin karena sederhana. Masih ada program lain, kalo Anda mau mengembangkan dengan cara Anda sendiri boleh lo ya :).

Ini dia programnya :


0

Sabtu, 24 September 2016

Jakarta, antara galau dan rindu.

Kehidupan mulai menggeliat, walau kabut masih pekat. Jalanan sunyi, udara masih dingin dan bau kendaraan belum mengotori tanah yang basah karena hujan semalam. Menaiki motor dibonceng keponakan besar, kami melawan dingin menuju Bandara kebanggan Boyolali, Adi Soemarmo.

Gelap membuat kami bingung menentukan arah. Begitulah kodratnya, minimnya tanda penunjuk membuat kami harus beberapa kali tanya orang di Jalan. Untungnya ini Boyolali, sepagi itu sudah banyak orang-orang menghadang pagi. Saya sendiri yang sebetulnya pernah ke Sana, juga tak bisa memastikan, apa jalannya betul. Untungnya, ponakan saya memang pengendara handal. Tidak sampai satu jam, saya sudah bisa santai-santai check in untuk penerbangan ke Jakarta (24/09).

Antri

Mata saya mengantuk, perutnya saya sedikit lapar, tubuh saya butuh air, secepatnya saya ingin segera masuk pesawat dan tidur. Untungnya, proses antri tidak sepanjang kali. Emosi saya hampir dipancing, ketika tahu netbook mungil saya dibanting petugas. Pak, apa Anda sedang lelah? Hmm, untungnya laptop saya tidak dalam posisi telanjang. Ia berbaju tebal dan terlindung dari benturan yang disengaja.

Dok pribadi, menatap mereka yang antri di Bandara.
0

Rabu, 21 September 2016

Ke Pa La

Kepalaku memanas
Tapi itu tadi
Sebentar lagi mendingin
Lalu kemudian mencair.

Esoknya ku sadari
Itu hanya mimpi
Yang pegang kendali itu diri sendiri
Bukan kepala-kepala yang lain

Kepalaku.....
Kepalamu
Kepalanya
Kepala mereka

Untukmu ya kepalamu
Jangan kepalaku kau jadikan kepala di badanmu
A....
Kepala!



1

Angkat Kakimu!

Kalo saya ingat perjalanan spontan ke Candi Plaosan waktu itu, batin saya merasa puas. Selain bertemu kawan dan menghilangkan penat, hobi foto-foto lucu tersalurkan. Kapan lagi foto gak jaim dan santai sambil angkat kaki.

Yey, hasilnya lumayan juga. Bdw, terimakasih buat Kiki yang telah berbagi ilmu waktu di Berlin sana. :*** 

Inilah dia hasil foto angkat kaki bidikan Fitri :

gaya dan model sama, Yayok, dengan latar berbeda.


Hasil hampir akan sempurna. Model Sekar dan Nara ;p

saya yang digagalkan fokus. Taked by Yaykok

0

Tak dinyana Tak dikira

Dimana ya, saya pernah baca artikel mengenai keterkaitan sebuah hubungan pertemanan. Intinya, lingkaran pertemanan itu saling terhubungan seperti lingkaran. Ada juga yang bilang, seperti yang saya catut dari Blog mbak Ila, bahwa pertemanan seseorang di Dunia ini punya enam tingkatan. Contohnya, ada tokoh fiktif bernama Lala, lili, tono, tini, pipa, pupi. Lala dan Lili saling kenal, Lili tetangganya Tono, Lala teman SD Tono. Tono menikah dengan Pupi, ternyata Pupi sepupu Tini yang sekantor sama Pipa. Pipa itu bosnya Lala, yang tidak dikira ternyata itu Bapaknya Lili.



Flashback

Belasan tahun lalu, saya punya Guru Tk. Ada 3, namanya Bu Sri, Bu Nana dan Bu Emi. Sampai sekarang, saya masih bisa membayangkan mereka dan bahkan mengingat jelas beberapa kejadian tentang mereka pada masa itu. Dengan bu Emi saya masih beberapa kali ketemu, wong bu Emi itu istri dari anaknya anak angkat mbah Saya. Kalo dengan 2 Guru lain, sudah sangat lama sekali saya gak ketemu.

Hingga akhirnya pada Minggu (18/9) kejadian tak terduga itu terjadi.
0

Rabu, 14 September 2016

Laporan Singkat Lomba Masak di Mantan Sekolah

Ada satu kegiatan menarik di Sekolah tempat saya bekerja saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka perayaan Idhul Adha. Apakah itu? Iyaa, memasak dan kemudian makan bersama. Kegiatan ini pun dikemas dalam balutan lomba masak, dimana setiap kelas wajib mengirimkan wakilnya untuk hal tsb.



Masing-masing kelas mengirimkan 4 orang untuk mengolah daging sapi mentah menjadi masakan lezat. Lezatnya ini dinilai dari cara pengolahan, tingkat kematangan daging, rasa masakan dan penampilan saat menyajikan.

2 tahun kebelakang, saya hampir tidak makan daging qurban. Tahun ini, saya seakan dijejali banyak sapi walaupun awalnya saya tidak begitu suka makan daging sapi atau kambing. Hmm, saya kemarin (14/09) jadi jurinya haha. Kami (Juri lain : Pak Z, Pak B, Bu B) harus mengicipi masakan dari 26 Kelas. Gara-gara itu saya pun gak perlu makan siang lagi, udah penuh perutnya.:D

bersama murid xi ipa 3


Persiapan Sebelum Menilai

Saya gak terlalu banyak sarapan, supaya nanti kuat mengicipi daging. Selain itu saya menyiapkan diri, gigi dan perut agar bisa diajak kerja sama saat mengunyah.

Proses

Lomba masak ini diadakan di Aula Sekolah. Suasananya ribut, ada yang gagal menyalakan kompor, para Penonton berebut - saling inyip dan ulala sumpah gaduh sekali. Ini dia foto-fotonya :



Peserta didik putra maupun putri bekerja sama dengan baik. Mereka bahkan tampak luwes sekali. Wah, ini ni yang namanya pelajaran kecakapan hidup. Ngobrol-ngobrol sama Pak Zuhri, beginilah sebenarnya proses pembelajaran yang efektif dan pasti terpakai di Kehidupan Nyata.



Kegiatan lomba masih berlanjut sampai hari sabtu..

Das ist ja wunderbar, wieder hier zu sein. Darum bin ich sehr dankbar! :D


0

Selasa, 13 September 2016

Achtung-Achtung

Guten Morgen liebe Leser/in,

im August bis jetzt habe ich viele Emails bekommen, da stehen gleiche Fragen. Erstmal moechte ich mich entschuldigen, dass ich nicht alle Rueckmeldungen anworten konnte. Ihr konnt einfach noch hier lesen. Alle was ihr als Fragen stellt, wurde schon hier gepostet. Bitte bitte nochmals, bevor ihr was zu mir etwas schickt, liest erstmal hier. Sucht bitte langsam :D. 

Danke! :D
0

Spontan, Kalian dan Candi Plaosan

Semakin kesini, saya jadi sadar bahwa kadang-kadang saya harus tertawa bersama dengan orang-orang seperti mereka. Pekerjaan yang menyitaa, pikiran yang mencabang, membuat saya harus sabar menanti waktu tepat untuk bertemu. Bahkan, sering perencanaan dengan mereka harus batal karena salah satu mendapat tugas tambahan.



Dengan Kiki, contohnya, saya baru bisa menemui dia sekali. Padahal, rencana bertemu dia berkali-kali. Hmm, apa yang bisa saya salahkan? Kadang memang kenyataan tidak sesuai harapan. Tidak Cuma bersama keluarga, pasangan, kerabat, murid yang bisa bikin saya lepas, tapi pertemuan dengan teman sepaham, sejalur yang membuat benang kusut jadi teratur.


You don’t always need a plan. Sometimes you just need to breathe, trust, let go and see what happens.

5

Perkembangan Fit in Deutsch :D

"Anak saya akan berangkat ke Jerman sebentar lagi."

Itu yang kadang saya guraukan ke beberapa kawan. Pernyataan ini terkait dari pertumbuhan proyek pribadi, Fit in Deutsch. Yang saya sebut anak ini adalah generasi pertama Fit in Deutsch. Perkenalan kami tanpa basa-basi. Ia kemudian benar-benar ada beberapa hari setelah email-emailan kami.



Ialah dia Putri. Mahasiswi salah satu Universitas Negeri di Semarang,
0

Jumat, 09 September 2016

Kelahiran Deutsch Club SMA N 2 Boyolali

Sesuatu yang besar berawal dari kecil, iya gak? Begitu juga dengan angan saya mengenai Deutsch Club. Sesampainya di Rumah beberapa bulan lalu, saya pinginnya segera ada Deutsch Club yang besar dan beraktivitas sebanyak-banyaknya. Namun, saya lupa kalo saya harus sabar. Angan tentang Deutsch Club Boyolali belum tumbang, saya putuskan konsentrasi dengan proyek menyenangkan lain bernama FIT in DEUTSCH (Boyolali).

Kedua proyek itu masih satu darah, hanya beda kemasan. Puji syukur, Tuhan menjawabnya dengan perkembangan Fit in Deutsch yang baik. :D Nah, mungkin Tuhan masih memberi kesempatan saya untuk mewujudkan impian Deutsch Club jadi dikirimlah malaikat-malaikat mungil.



Suatu hari saat saya mengajar di Kelas X, ada 2 gadis cilik kelas XI yang mohon izin untuk mendata siapa saja Murid yang tertarik ikut Deutsch Club. “Frau (Bu), kami ingin menghidupkan kembali Deutsch Club ya, Ibu nanti bisa kapan ngajarnya?”
0

Rabu, 07 September 2016

Praktek Mengajar di Depan Guru Senior



Sekotak semangat membuat saya semakin antusias pada Jumat (9/9) lalu. Tugas tidak terduga itu memberi banyak manfaat dan menimbulkan sensasi luar biasa. Apa pasal? Saya mendapat “kehormatan” mengajar di depan Para Guru Senior, guru-guru yang dulu mengajar saya dan kini masih mendampingi perjalanan saya.

Acara tersebut merupakan rangkaian IHT (In House Training) Kurikulum 2013 (Kakur) yang diadakan untuk Sekolah Menengah Atas yang mulai tahun ajaran baru ditunjuk menggunakan Kakur. Tempat saya bekerja adalah salah satunya. 



Sebagai orang yang baru saja masuk kembali di Lingkungan itu, menyadarkan saya betapa saya hanyalah butiran debu yang harus terus belajar. Pada prinsipnya, karena guru memang harus terus belajar. 

Kebetulan sekali, jatah saya mengajar itu dilakukan pada Jumat. Yang mana hari itu juga saya juga mengajar kelas X MIPA 3. Tema yang diajarkan kali itu adalah membentuk kalimat tanya dan kalimat negatif. Hmm...

Was hast du gemacht? Apa yang kamu lakukan?

Terbersit ide untuk membuat sebuah video pembelajaran yang gunanya memancing pikiran peserta didik. Saya pun menyusun naskahnya dan menentukan siapa pemerannya. Tuhan memang tahu jalan pikiran saya, tidak sengaja saya bertemu keduanya di Jalan. Huhui, tanpa perlu menghubungi mereka, ternyata Tuhan mempertemukan kami :D

Und?

 

Ini dia hasilnya. Diperankan oleh Riskiyana (XI MIPA 1) dan Bela (XI MIPA 3). Latihan kilat dan hasilnya sesuai bayangan, PERFEKT! Pelafalan mereka cukup bagus dan suara jelas terdengar.

Editor : Bela S

0

Random Agustus



Sepanjang jalan dari Tlatar menuju Rumah pada hari itu  (19/8) mengingatkanku pada 7  tahun lalu. Perasaan yang dulu membuncah yang ingin teriak tapi tertahan banyak hal, yang kemudian terpecahkan dengan sebuah keputusan. Keputusan biasa tapi berdampak tidak biasa, bahkan sampai hari ini. Merayakan kebahagiaan dengan jalan kaki sepanjang +- 10 Km. 


0