Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 28 Maret 2017

Pengamatan : Tips Membuat Mading Tiga Dimensi

Untuk para pelajar terutama tingkat SMP dan SMA, kompetisi majalah dinding (mading) adalah salah satu kegiatan yang sering digelar. Dulu saya waktu SD juga punya majalah dinding keren lo, namanya MADING MADANI. Bentuknya sederhana banget, alasnya papan tulis dan tinggal ditempeli kertas-kertas lucu.

Proses buat mading


Nah, seiring waktu, majalah dinding tidak Cuma sebatas papan atau gabus panjang yang dihias kertas-kertas. Majalah dinding mulai bergaya, sebut saja salah satunya adalah majalah dinding tiga dimensi.

Singkatnya begini, dikatakan tiga dimensi apabila bisa dilihat dari berbagai sisi dan tampak hidup. Coba perhatikan patung, patung itu merupakan karya 3 Dimensi yang nampak nyata bukan. Nah, bagaimana dengan mading 3 dimensi?



Banyak konsep yang bisa diambil. Salah satu contohnya adalah membentuk kertas karton, kardus atau gabus menjadi rumah-rumahan, gedung atau prototype benda lain yang sesuai tema. Tips : Kamu pernah liat properti yang ada di OVJ trans 7? Nah, itu bisa jadi inspirasi.
Selain indah dipandang, unsur terpenting adalah info yang dipaparkan dalam mading bisa terbaca dengan jelas.

karya Bastian, Bela, Rega : Penari Topeng Ireng
0

Senin, 27 Maret 2017

Keju Boyolali? Ya, Keju Indrakila!

Memburu keju segar dengan rasa Internasional tak perlu  terbang ke Eropa. Setiap hari kecuali senin, mulai jam 09.00 saya bisa mengantongi keju dengan berbagai rasa. Mau yang mozarella atau yang pedes?

sumber Facebook Keju Indrakila


Boyolali menyediakannya.

Boyolali yang terkenal susu sapinya? Yang gak jauh dari Solo? Yang ada simpang limanya? Yang punya Pabrik Keju pertama di Jawa Tengah? Oh, Keju Indrakila itu? Yang mulai produksi dari 2009 dan kerjasama teknis dengan pemerintah Jerman?

Facebook Indrakila


Serius?
Mampirlah ke Pabrik dan Tokonya yang ada di Boyolali. Seperti kami (Saya dan murid) beberapa hari lalu.

Murid, Afifah


2

Rabu, 22 Maret 2017

Cari Hadiah di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang Boyolali

Kenang-kenangan khas Boyolali? Itu yang terpikir saat akan memberikan hadiah pada dua Bule Jerman yang datang memenuhi undangan ke Sekolah. Banyak sekali ide yang muncul, mulai dari makanan, batik, topeng dan pernak-pernik lucu.



Setelah selesai dengan urusan proposal pencairan dana dan pembagian tugas dengan beberapa member Deutsch Club, pergillah saya dan Afifah (X MIPA 1) ke Tumang, Boyolali. Jarak dari pusat kota sekitar tiga puluh menit dan perlu diingat jalannya naik turun. Satu lagi, lumayan dingin!

Memang, ada apa di Tumang, Boyolali?

Tumang merupakan sebuah Desa. Desa ini adalah sentra pengrajin tembaga di Boyolali. Bagi saya, selain pengrajin tembaga, Tumang juga merupakan kawasan elite dan santri. Walaupun agak jauh dari Pusat Kota, tidak membuat Tumang kehilangan aura kota dan gaul.


di Depan Galeri 2 Muda Tama, Lihat lampunya keren


Oh ya, Selain itu Cari barang bekas alias Rongsokan, bisa juga di Tumang.

Pendapatan warga Tumang dari hasil wiraswasta bisa dibilang tidak sedikit. Rumah-rumah di Tumang termasuk modern dan beberapa nampak seperti istana. Tunggangan warganya juga bukan Cuma motor bebek dan mobil bak terbuka. Dari segi gaya berpakaian, pakaiannya bermerk dengan harga fantastis. Ini saya dengar dari saudara saya yang tinggal di Tumang. (Haha, saya salah fokus). Ya, harga daster satu juta biasa saja. (Bagi saya tetap saja mahal).

2

Senin, 20 Maret 2017

Penitipan Barang di Stasiun MIlano Centralo, Italia.

Utang jalan-jalan di Milan banyak juga yang nagih. Jadi, ni dalam tulisan yang telah saya tulis itu ada bagian yang masih hilang. Bagian itu berupa catatan mengenai titip barang di Itali, atau titip barang di  Loker Stasiun Milan, yang pada waktu itu di Milano Centralo.



BY KIKI


Kalau mau gampang, panjenengan bisa cari info dengan 

ketik DEPOSITO BAGAGLI di Google. Itu bahasa Italinya.


FYI, di Milan itu ada 4 stasiun. Milan Central Station, Gare du Nord, Milan Porta Garibaldi dan Porta Vittoria.

Sesampainya di Milan, saya dan Kiki yang masih terpesona dengan kecantikan stasiun cantik itu, segera mencari tempat penitipan yang pada waktu itu (2015) kami temukan di Samping Toilet. Tempatnya cukup besar dan yang terngiang, tempat penitipan di ITALI masih menggunakan cara manual. Eh, itu waktu saya dulu loh. (Saya cek via website sih masih sama sampai sekarang)

Artinya apa?

2

Senin, 13 Maret 2017

Tulisan Pelajar SMA N 2 Boyolali : Mereka adalah Bule Kenyataanku



oleh Riskiyana Ramandhani, XI IPA 1, SMA N 2 Boyolali.
Peserta Olimpiade bahasa Jerman 2016 tingkat Provinsi Jateng.
Peringkat ke-20.
Salah satu pelajar yang mendapat kesempatan belajar bahasa Jerman bersama Orang Jerman (4/3).

*Hanya sedikit yang saya edit. Bagus bukan tulisannya? See you on the top, Ris! Du bist einfach so geil... J

Mungkin memang terdengar kuno, aneh dan juga konyol. Namun sejauh aku pikir, itulah kenyataannya. Saat itulah aku merasa dekat dengan seseorang yang bukan berasal dari tanah airku. Aku memanggil mereka dengan sebutan Bule. Yang biasanya aku hanya memandang dari balik layar kaca, wajah cantik dan tampan, tubuh tinggi, hidung mancung, kulit putih, rambut pirang, mata biru dan masih masih banyak lagi yang berkebalikan denganku.


Rizkiyana yang pake daleman kerudung hitam

Theresa dan Christian. Mereka adalah bule kenyataanku, pemecah rekor pertama pertemuanku dengan seorang mancanegara.

Apakah ada yang ingin bertanya, bagaimana rasaku saat bertemu dengan mereka?

Apakah Perlu aku menjawabnya? Karena tanpa aku mengatakannya, itu sudah tersirat dalam goresan tintaku.



Selain kebahagiaan, aku juga mendapat bonus pengetahuan dari mereka seputar Jerman, teknik Pelafalan yang benar, dan masih banyak lagi.

Memang rasanya tak mungkin sama persis seperti yang mereka lafalkan. Melera lebih dari sekedar fasih melafalkan kata demi kata. Tidak sepertiku yang masih terbawa logat manusia dari belahan bumi lainnya.

Tapi setidaknya ini bisa menjadi pelajaran buatku, pemberi motivasi dalam diriku agar aku dapat memperdalam bahasa Jerman (Deutsch) lebih giat.

Lagipula aku punya Frau P dan F yang handal dan dapat terus membimbingku semakin berprestasi.

Danke schὅn Frau P dan F....

Terimakasih Theresa dan Christian

Semoga dapat berkunjung ke SMA N 2 Boyolali lagi yaaaa
Semoga Deutsch SMA N 2 Boyolali makin hebat.




4

Jumat, 10 Maret 2017

Kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Kamu Yakin?

Catatan : Baca Menyeluruh, Siapkan waktu, Pikiran, Diri dan Kesehatan baik jasmani rohani!


Kalau lalu saya menulis tentang Pendidikan bahasa Jerman dari sisi netral, kali ini saya tidak begitu. Setelah terpendam dan beberapa kali terlibat diskusi alumni, berpikir ulang, cari bahan,  akhirnya supaya berimbang muncullah artikel ini.

Diharap sudah baca ini!

Baca tulisan sebelumnya : 


Tulisan ini saya buat, supaya kamu yang pingin kuliah jurusan ini punya pandangan lain dalam menentukan pilihan.




Kamu yakin mau belajar bahasa Jerman dengan jalan kuliah?

Lama waktu kuliah minimal 4 tahun loh dan dalam jurusan ini yang dipelajari tidak hanya bahasa Jermannya saja.
4

Kamis, 09 Maret 2017

Beda Sastra Jerman dan Pendidikan Bahasa Jerman?

Perhatian : Tulisan Panjang. Harap siapkan diri dan waktu!

Beberapa hari lalu, sempat saya dan beberapa pelajar kelas XII yang minat bahasa Jerman, melakukan diskusi kecil mengenai perbedaan jurusan sastra Jerman dan Pendidikan Bahasa (PB) Jerman.

Kadang-kadang, mereka itu bisa jawab sendiri kebingungan mereka. Cuma butuh teman diskusi, rujukan mencari sumber, memberi pandangan lain. Kami sempat berencana mengundang Guru bahasa Indonesia, duo Pak Zuhri.Namun, karena sibuk dan sedang mengurus administrasi, dll, maka kami lakukan tanpa mereka.

Langsung saja, ini beberapa hal / ciri khusus yang kami simpulkan  antara sastra Jerman dan Pendidikan bahasa Jerman. Kemarin, saya dan mereka sepakat untuk berpikir hal-hal sederhana dulu. Jangan dibawa ribet. Mungkin bagi kamu yang sedang baca ini juga sempat begitu, nah semoga tulisan sederhana ini bisa membantu ya.




Apa saja?

Satu, nama jurusan yang berbeda. Pendidikan Bahasa Jerman dan satunya Sastra Jerman. Dari segi nama sebetulnya sudah dapat dilihat bahwa 2 Jurusan ini memiliki orientasi berbeda.

Mudahnya begini, biasanya jurusan dengan label pendidikan itu nantinya diprospek menjadi pendidik. Loh yang jurusan sastra ga bisa jadi pendidik donk?
2

Rabu, 08 Maret 2017

Ikut Promosi Acara FSJ


Monggo yang mau ikut..
Hahaha
1

Tulisan Pelajar SMA N 2 Boyolali : Pengalaman Belajar Langsung dengan Orang Jerman

Tulisan ini merupakan karya pelajar SMA N 2 Boyolali yang mendapat kesempatan diajar oleh orang Jerman. Artikel sedikit saya edit terutama pada pemilihan diksi. Ada beberapa kata yang saya hapus, terutama kata saya dan yaitu. Selebihnya, tulisan ini cukup bagus dan lugu sekali. seperti saya. Hahah. Terimakasih Yudha, danke Yudha, sukses! Lainwaktu tulisanmu mejeng di Koran ya ^___^

Beritanya bisa dicek di Sini : http://sman2byl.sch.id/

Oleh Yudha Wahyu Yulianto (XI IPS 4), SMA N 2 Boyolali

“Sabtu (4/3) bahasa Jerman yang ngajar orang Jerman ya.”

Itu berita hits yang saya dengar mulai selasa. Kemudian yang terlintas di pikiran saya adalah,mereka pasti orangnya galak dan menyeramkan. Beberapa hari  sebelumnya, Frau Fitri sudah wanti-wanti untuk bersih-bersih kelas. Maka, kami pun mempersiapkan kelas dari mulai menyapu dan mencari lcd karena di kelas kami tidak ada lcdnya Maklum, kelas saya itu baru saja menempati ruang baru.

Selain itu saya juga siap-siap dengan saya sendiri, la saya bingung nanti kalau mereka datang saya harus ngomong dan tanya apa. Ketika mereka datang saya merasa deg-degan dan gugup. Masuk kelas mereka di sambut dengan bunga dan tulisan “Selamat datang Theresa dan Christian” pakai aksara Jawa dan bahasa Jerman. Wah, mereka itu berkulit putih dan badanya tinggi.

IPS 4 KELAS XI


Saat mereka mulai bicara, saya pun kebingungan karena bahasa Jermanya yang di ucapkan bule tersebut ternyata beda dengan yang dipelajari di Kelas. Ternyata saat mengajar, mereka itu seru dan tidak galak sedikitpun. Malah galak Frau Fitri, heheheheh.

Mereka memulai dengan game memeragakan  benda. Game tersebut seru.Saya adalah orang yang paling sering menjawab salah sehingga  sering di beri hukuman Game yang kedua juga tidak kalah seru, yaitu game mengingat apa yang di ucapkan teman. Game ini selain menambah per bendaharaan kata jugadapat mengasah otak.

Di Game kedua saya juga sering kena hukuman ketika salah menyebut bendanya sehingga saya harus menerima hukumannya yaitu, saya harus duduk di lantai.

Waktu pun berjalan cepat karena kami melakukan pembelajaran secara enjoy dan seru. Pengalaman tersebut sangat berkesan di hati saya. Selain berkesan pengalaman tersebut juga memalukan bagi saya, karena saya selalu di hukum. Malunya lagi, yang  melihat tidak hanya teman sekelas tetapi juga ada beberapa orang tambahan dari kelas lain. Hihi

Setelah selesai pembelajaran kami pun langsung berfoto bersama untuk kenang-kenangan

ips 4 dkk


Pengalaman tersebut sangat berharga bagi saya dan tidak akan saya lupakan….

 Satu kata untuk pengalaman saya waktu diajar bule yaitu, wowwww…….


Saya berharap supaya SMA N 2 Boyolali untuk sering-sering mengundang bule untuk mengajar kami.
2

Senin, 06 Maret 2017

Deutschunterrichtsbesuch an der SMA N 2 Boyolali, Indonesien

T
heresa Burholt ist eine Studentin und auch Deutsche Akademie Austausch Dienst (DAAD)-Sprachassistentin. Sie kommt aus Műnster, Deutschland und macht gerade ihr Mastesstudium. Im Moment ist sie in Yogyakarta, unterrichtet an der Yogyakarta Staatliche Universität. Sie ist in Indonesien seit September 2016.

(Theresa adalah seorang mahasiswa dan juga Asisten Bahasa dari Lembaga Pertukaran Pelajar-DAAD-. Dia berasal dari Műnster, Jerman dan sedang menyelesaikan kuliah S2. Sementara ini ia berada di Yogyakarta, mengajar di UNY. Dia ada di Indonesia sejak September 2016)

Durch ein Projekt von Deutschlehrerinnen an der SMAN 2 Boyolali, verbracht sie und ihr Freund, Christian an einem halben Tag an dieser Schule.
2