Rabu, 05 September 2018

Contoh SOAL HOTS BAHASA JERMAN

Belum lama ini, saya mengikuti Pelatihan Pembuatan Soal HOTS (Higher Order Thingking Skills) di Sekolah. Pembicara utamanya adalah Bapak Muh Zuhri (BLOGnya) yang baru saja dipilih mengikuti pelatihan yang sama namun tingkatnya Nasional. Jadi, hanya beberapa guru se-Indonesia saja yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan tersebut. Keren men.... 


Di Pelatihan yang ada di Sekolah, saya baru jadi moderator, hahahah, ini merupakan langkah awal sebelum nanntinya jadi pembicara ihihi. Amienn



Ini deh langsung saya share tugas saya sebagai peserta yang diwajibkan membuat soal HOTS bahasa Jerman :

Pertama, Format KIsi-kisi soal HOTS bahasa Jerman. (Tinggal KLIK ya, itu dari Google Drive)


FORMAT KISI-KISI SOAL HOTS

Mata Pelajaran            : Bahasa Jerman
Kelas/Peminatan          : X IPS 4/1
Guru Mapel                : Fitri Ananda, S. Pd.



KARTU  SOAL HOTS (URAIAN) dan (PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas/Semester         : X/1
Kurikulum : 2013
Guru Mapel : Fitri Ananda, S. Pd.











Minggu, 02 September 2018

Ayo!

Rasanya bungah, ya intinya seneng melihat mereka  anak Deutsch Club dan KIR menyerahkan piala. (Setekah tertunda banyak hal)

Optimis, prestasi mereka gak Cuma sampai situ aja, masih panjang dan akan terus bertambah. Ngikut Pak Jokowi ah, "Kerja Kita Prestasi Bangsa."

Mereka ni melewati banyak hal untuk mendapatkan hal tersebut, proses panjang dan haru biru. Ayo semangat, sis bro! Jangan berhenti di Sekolah aja ya.... 


*lanjut














Tamu Istimewa di SMA N 2 Boyolali : dari Yogyakarta (DZY) dan Frankfurt

Tak disangka, khayalan sesaat waktu lagi di Bandung, langsung dijawab Semesta. “Kalau bisa habis ini, ada bule buat kelas X.” Begitu isi khayalan saya.

Lalu tara.............................

Ada tamu dari Yogyakarta dan Frankfurt ingin berkunjung ke Sekolah, SMA N 2 Boyolali. Wah, siapa mereka? Mereka ini adalah tim dari Deutsches Zentrum Yogyakarta (DZY) atau Pusat Jerman Yogyakarta. Sebuah lembaga yang konsen dalam bahasa Jerman, baik bahasa maupun budaya.


Gak Cuma itu, kebetulan kan ada alumni SMA N 2 Boyolali yang bekerja di Jerman dan sedang mudik, tanpa babibubebo, alumni asal Cepogo ini saya undang khusus supaya mau berbagi dengan adik kelasnya.  Namanya Ruwanti, alumni 2011.


Wah momen yang pas sekali. Nah, akhirnya setelah izin Kepala Sekolah (Pak Suyanta) dan mengorganisir acara dengan TIM DZY, maka dipilihlah hari Senin, 13 Agustus 2018 sebagai hari “Mini Seminar” untuk beberapa kelas.

Yah, kok Cuma beberapa sih? Iya, sekolah lagi dibangun nih jadi Aula, ruang seminarnya dipindah sementara ke Masjid baru yang juga belum 100% selesai. Total ada 8 kelas yang dipilih, yaitu kelas XII MIPA 1-3 dan X MIPA 1, 3, 4, 5 dan X IPS 4. Kenapa XII tsb dipilih karena mereka pernah dapat Jerman waktu kelas X dan saya juga pernah janji untuk membawa bule ke mereka. Hahah.. ya maaf, mereka harus ngalah dulu dengan adik kelasnya kemarin-kemarin.



Ya, hari yang ditunggu tiba. Frau Rini dan Annika bersama pak Sopir akhirnya sampai di Boyolali pukul 10.00. Bdw, Annika tinggi sekali. Suasana sekolah berubah seperti biasa jika ada tamu Asing datang, ahaha, yang pasti menyenangkan sekali. Sebelum mereka, Ruwanti sudah datang dan sedikit temu kangen dengan guru-gurunya.

Koordinator dadakan saya pasrahkan ke Ketua Deutsch Club SMA N 2 Boyolali, Wahyu Eko, pokoknya Gurunya hanya ngurus snack, izin sama menerima tamu, dia yang bagian atur peserta seminar. Alhamdulillah, berjalan lancar. Lumayanlah, gak sia-sia nggojlok ni Bocah dari kelas X hahah.


Setelah ramah tamah di Ruang Kepala Sekolah, kami (Tim DZY, alumni dan Guru) langsung bergerak ke Masjid. Di Sana semua sudah terkondisikan. Yappp! Acara pun segera dimulai.

Pertama, Frau Rini mengenalkan DZY pada anak-anak. DZY sendiri bisa dibilang muda, tapi untuk manajemennya merupakan orang berpengalaman dan juara olimpiade nasional bahasa Jerman sempat belajar di Sana lo. Di Sana melayani berbagai hal, mulai dari kursus, mentoring ke Jerman dan juga informasi lengkap mengenai Jerman atau cara hidup di Jerman.

Kedua, Annika memresentaikan Jerman secara singkat pada anak-anak. Doi full pake Jerman, tapi juga dicampur Inggris. Ya, walaupun anak-anak ga 100% paham, tapi komunikasi macam ini penting sekali. Yang penting kelas X wajahnya sumringah... hahahah.

Ketiga, Ruwanti berbagi pengalamannya bekerja di Jerman. Ini sangat cocok diketahui anak-anak, biar mereka tahu ada lo alumninya di Sana. Ihihi...

Keempat, ada game seru mengasah pengetahuan umum dan bahasa Jerman. Alhamdulillah, pada antusias.

Kelima, foto bareng. Ini penting banged!


Selesai!

Kami makan siang di Soto Seger Hj. Fathimah.

Hari itu, saya agak lelah tapi puas. Mungkin, karena hamil besar n celana baru saya bagian bawah tiba-tibe gak muat. Hahahah


Ya gitu, semoga walaupun ntar saya cuti, proyek tetap berjalan dan tujuan tercapai. Seneng! Tambah semangat!