Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 10 Maret 2015

Sungai Rhein dan ceritanya



Sungai Rhein adalah satu dari beberapa sungai yang ada di Jerman. Mengalir dari Alpen sampai Ostsee.

http://www.welterbe-oberes-mittelrheintal.de/typo3temp/pics/0103f0d5a8.jpg


.




Jernihnya Rhein memikat penulis semenjak menginjak kota Mainz. Sekarang penulis masih tinggal di wilayah Rheinland-Pfalz, sehingga tidaklah sulit untuk menjangkau Rhein.

Ada banyak hal yang menarik dari Rhein, selain sungainya panjang melintasi beberapa Negara (Swis, Lichstein, Austria, Jerman Perancis dan Belanda), salah satu bagiannya menjadi  satu dari warisan dunia UNESCO. Bagian ini dikenal dengan nama das Obere Mittelrheintal.



Semenjak 2002, warisan dunia yang ada mulai wilayah Bingen sampai Koblenz dan Kota Rűdesheim ini dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Di situ orang-orang bisa disuguhi benteng-benteng kokoh-istana ato tempat bersejarah lain.. Makanya, jadi warisan dunia ya...(ggogling ya alasannya kenapa). Cerita tentang jalan di Koblenz dan Bingen juga penulis tulis di blog ini.

http://www.hotel-pension-scheid.de/wp-content/uploads/2012/12/mittelrhein.jpg

Ada lagi, terdapat sebuah tempat yang menarik, namanya Loreley. Di tempat tsb ada sebuah batu yang tingginya 132 Meter. Di situlah terdapat sebuah dongeng masa lalu yang menceritakan kecantikan putri kerajaan Rhein. 

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b5/Loreley_rhine_valley_wp_d_schmidt_08_07.jpg


Putri tsb berambut panjang dan suka bernyanyi, suaranya merdu seperti penulis (hahahaha). Ia seakan membuat para nahkoda lupa tujuan. Para nahkoda terpecah perhatiannya sehingga kapalnya porak-poranda dan mati.



http://www.welterbe-atlas.de/uploads/pics/bronze-statue-loreley-st-goarshausen.JPG

Cerita tentang Loreley sendiri mahsyur karena Heinrich Heine, seorang penyair Jerman yang mengabadikan ceritanya  lewat sebuah puisi.

Ich weiß nicht, was soll es bedeuten,
Dass ich so taurig bin,
Ein Märchen aus alten Zeiten,
Das kommt mir nicht aus den Sinn

Aku tak tahu, apa maknanya,
Kenapa aku begitu bersedih,
Sebuah dongeng dari masa lampau,
Yang tak bisa aku lupakan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b6/Heinrich_Heine.PNG


Die Luft ist kűhl und es dunkelt
Und ruhig fließt den Rhein
Der Gipfel des Berges funkelt
Im Abendsonnenschein

Udara begitu dingin dan kala itu gelap
Dengan tenang mengalirlah Rhein
Puncak batu berkilauan
Di bawah sinar senja matahari

Die schönste Jungfrau sitzet
Dort oben wunderbar
Ihr goldenes Geschmeide blitzet
Sie kämmt ihr goldenes Haar

Seorang perawan tercantik duduk
Menawan di atas sana
Perhiasannya berkilauan
Ia sisir rambut emasnya

Sie kämmt es mit goldenem Kamme
Und singt ein Lied dabei
Das hat eine Wundersame
Gewaltige Melodei

Ia menyisir rambutnya dengan sisir emas
Dan bernyanyilah ia sebuah lagu
Yang memiliki sihir
Melodi yang mendalam

Den Schiffer im Kleinen Schife
Ergreifft es mit wildem Weh
Er schaut nicht die Felsenriffe
Er schaut nur hinauf in die Höh

Seorang nahkoda dalam perahu kecil
Tersentuh dengan duka mendalam
Ia tak perhatikan terumbu-terumbu
Ia hanya menatap ke atas


Ich glaube die Wellen verschlingen
Am Ende Schiffer und Kahn
Und das hat mit Ihrem Singen
Die Lore-Ley getan.

Aku pikir gelombang menggulung
 perahu dan manusia
dan hal itu dilakukan oleh Lore-ley dengan lagunya

(Diterjemahkan oleh penulis dengan penyesuaian kata-kata, kalo salah mohon koreksi eaaah)

Itulah ceritanya, info lebih lanjut silahkan googling hihihih.

 Rhein bisa dinikmati dengan menaiki kapal yang harganya lumayan, tergantung jarak yang ditempuh.  Ingin coba?

Contoh di Ingelheim, tempat penulis tinggal, jika hanya ingin menjajal naik kapal dan menyebrang ke sisi yang lain, cukup dengan 1,8 Euro. Googling aja yaaaah hhihi.



Inilah Rhein di Ingelheim.





Tak bisa dipungkiri, air menjadi elemen penting yang menjadi penyeimbang ya.

Tenang menghanyutkan
Diam menenangkan
Jernih menyegarkan
Segar  menentramkan

Begitulah yang penulis rasakan jika sedang duduk sendiri melamun di Pinggir sungai

Biasanya kalo cuaca sedang bagus dan hangat, orang-orang bakalan datang ke Sungai dan berjemur di Sana. Ada juga yang piknik ato sekedar leyeh-leyeh. Tak jauh dari sungai Rhein, biasanya banyak yang jual es krim. Hahaha.

MAINZ


Hari tsb (9.3) cuaca di Ingelheim lumayan hangat, sehabis ketemu sama Bos, penulis ketemu kolega yang rumahnya deket Rhein. Namanya Jeng Anna sama Barbara, mereka ngajak penulis nebeng mereka terus habis itu suruh makan di Rumahnya jeng Anna. Yaaaaa..... mau bangetlah....

Acara itu spontan banged, tiba-tiba diajak makan tapi masak bareng dulu...Oya menu spontan kami kemarin, ayam panggang bawang bombay, dengan oseng-oseng salat yang diajarkan kiki ke penulis wkakakakak



Habis itu kami jalan-jalan susur sungai...
Ulalalala das war total cool!
Makasi jeng-jeng semua.. sering-sering lo yaaa.





0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D