Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 30 Mei 2015

Pengalaman Asik Pake Interrail

Dengan berbagai pertimbangan dan persiapan yang panjang, jadilah pada 31 Mei – 07 Juni 2015 kami akan belajar dengan berpetualang ke beberapa Tempat berikut..


Rute yang kami lalui dan yang kami singgahi
Jam
Tanggal
Rute
00:05-06:40 (R)

08:11-10:20 (R)


One Day in Mbak Icha’s Apartemen Paris


06:11-11:44

16:38-06.21

17:00-19.55 (R)

2 Night in Roma

06.03-14.03

21.09-07.51 (R)


23.45-06.00

Nginep tempat Dina




31.05

31.05






01.06

01.06-02.06

02.06



04.06

04.06-05.06


05.06-06.06

06.06

07.06
Mainz HBF-Luxemburg Gare 13

Luxemburg-Paris






Paris-Lyon

Lyon-Milan

Milan-Roma


Roma-Venice

Venice lucia-Wien


Wien-Muenchen

Muenchen

Mampir Stuttgart

Pertamanya itu....

Persiapan perjalanan kali ini melalui waktu yang cukup panjang, soalnya kami berencana sejak tahun 2014 lalu dan sepakatlah pada 2015 untuk mengeksekusinya. Kami berdua pun direstui untuk mendapat jatah libur yang waktunya sama. Awalnya sih, penulis udah minta jatah cuti kemudian Kiki mengabarkan dia juga dapat jatah cuti Mei tapi waktunya beda. 

Idenya dulu muncul tiba-tiba, “Gimana kalo kita ke Itali bareng mumpung Gfnya Kiki juga ke Itali?” hehehe, hal itulah yang bikin penulis lobi Bos lagi untuk merombak jadwal cuti. Sempet 2 kali rombak dan diperingatkan untuk tidak ganti-ganti lagi ihihihi.

Fix dengan waktu, kami setuju untuk mengambil paket Interrail yang paling terjangkau, yang paling murah yaitu 192 Euro. Harga segitu juga uda termasuk spesial, karena kami masih dibawah 26 tahun. Daripada nunda-nunda n gak tau kapan kesampean, kami pun bertekad perjalanan kali ini harus sukses. Sukses versi kami.

Kepikiran pake Interrail karena penulis terinspirasi mbak Desi dan travel partnernya, dia yang pertama kali ngenalin Interrail dan dia juga yang mau penulis repotin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penulis. So, kalo ada yang pengen tahu pengalaman pake Interrail, penulis bakal senang hati cerita di Sini.

Kenapa kami pake Interrail?

Simpel si, pada dasarnya harganya terjangkau untuk kantong kami, yang traveller abal abul hahaha. Lha perbandingan harganya juga lumayan. Bersumber dari website resmi perusahaan transportasinya Perancis, Itali dan Austria kami mendapati hasil berikut :

Rute
Harga Normal
Pake Interrail
Luxemburg-Paris

Paris-Lyon

Lyon-Milan

Milan Roma

Roma-Venice

Venice-Wien
79 E

68



89 E

79 E

90 E
Hanya keluar reservasi 6 E

-





Reservasi 10 E

Reservasi 9 E

Lumayan juga kan selisihnya?

Alasan kedua, dengan naik kereta barang bawaan kami gak perlu ditimbang-timbang, ya walaupun emang gak bawa barang banyak, tapi seenggaknya gak perlu takut kalo kelebihan berat gitu.
Alasan ketiga, normalnya si stasiun utama itu berada di dekat Pusat Kota.

Pengalaman Pertama Kami Pakai Interrail

Setelah kami baca-baca website Interrail dan udah dapat jatah libur, berembuglah kami urusan destinasi. Penulis pinginnya ke Spanyol juga, tapi rutenya tidak memungkinkan. Kiki kemudian memberi penawaran rute di atas. Oke kan? Sepakat berembug, kami pun fix dengan urusan destinasi.

Kami dengan sendirinya membagi tugas untuk perjalanan ini, Kiki bagian rute dan jadwal, ngubungin temennya di Muenche dan penulis bagian administrasi, mesen tiket n reservasi, nghub mba Icha di Paris. Penulis melakukan pembayaran sebagian besar menggunakan Paypal, so easy lah, walaupun seandenya punya kartu kredit mungkin juga oke. Insya Allah, segera punya amien.

Dengan Interrail, peluang menjelajah Eropa menjadi lebih mudah. Ada beberapa tiket yang ditawarkan. Tiket Global Pass bisa digunakan untuk berpergian ke semua Negara Eropa dan Tiket One Country bisa dipake buat yang ingin fokus explore satu Negara saja. Kami pake Global Pass yang 5 Day in 10 Day.

Kami memesan tiket kira-kira 3 minggu sebelum melakukan perjalanan, jadi ni tiket bisa dipesan 3 bulan sampai 10 hari sebelum travelling. Pemesanan penulis lakukan di Website Interrail langsung dan karena kami di Jerman, maka tidak dikenakan biaya kirim. Tiket sampai dalam kurun waktu 5 hari. 
Cepet juga bo.

Oya, sebelum memesan tiket kami mengunduh aplikasi ROUTE PLANNERnya Interrail. Dari situ kami jadi punya bayangan tentang kereta yang akan kami naiki. So, jangan lupa diunduh ya bagi pengguna Android, dsb. Aplikasi ini gratis dan bisa digunakan secara offline maupun online.

Tiket Interrail sudah di Tangan, apa selanjutnya?

Kami ngefixin kereta yang akan kami tumpangi dan tentunya ngurus reservasi. Nah, kami sempat kebingungan bagaimana mengatur reservasi kereta. Sebagai pengguna Interrail, kami masih tetap dibebani dengan biaya reservasi tempat duduk di beberapa kereta terutama yang kereta cepat dan Internasional. Untuk reservasi tempat ada beberapa opsi, bisa langsung ambil di Stasiun sebelum naek kereta, per Telefon, ada yang Online (belum semua, baru Negara seperti Jerman, Prancis dan Itali yang menawarkan hal ini) dan lewat Interrail sendiri.

Kebetulan, rute kami kan Prancis dan Itali. Kami pun mencoba memesan reservasi lewat website Perancis dan trenitalia. Nah, ini ni yang membekas di Hati penulis. Penulis sempat nelpon CS di Luxemburg untuk tanya pemesanan tempat duduk dari Luxemburg ke Paris, hmmm pesen lewat tlp bisa si tapi itu loh mbayarnya harus pake kartu kredit. Penulis sempat tanya, “Bisa pake Paypal gak?” Petugas yang kayaknya masih muda jawab dengan suara tertawa hahaha, dan dia bilang udah nti ngurus reservasi pas hari H aja, mbayarnya 6 E perkepala.

Untuk yang jalur Itali, pemesanan berjalan lancar tapi ni karena mungkin penulis nervous, saat pesan tempat duduk dari Venice ke Wien penulis salah TANGGAL!!! Hadududu, penulis perlu waktu 2 jam untuk menenangkan diri setelah mengetahui keodohan itu, penulis pun nelpon CS Itali, alhamdulillah Csnya seorang wanita ramah dan gak bikin penulis tambah emosi. Dia awalnya pake bahasa Itali dan penulis langsung jawab pake bahasa Inggris dan saat percakapan berlangsung penulis, penulis bilang “GENAU” dan penulis ralaat “sorry, i mean correct”. Lalu, dia bilang dia ngerti bahasa Jerman dikit. Syukur dah syukur, terus penulis lanjut ngomong pake bahasa Jerman hahaha. Lucu lucu lucu.

Reservasi sudah, lalu?

Siap-siap berangkat, packing, uang saku, kesehatan dan lain lain.
Secara umum kami berdua membawa bawaan 1 Koper dimana dan 2 ransel serta 2 tas slempangan. Koper Ibu angkatnya Kiki ini menjadi tempat menampung baju kami selama total seminggu perjalanan.
List kami pada dasarnya terbagi menjadi berikut :

a.       Dokumen Penting
b.      Koper dan Ransel berisi barang bawaan
c.       Uang dan ATMnya
d.      Perangkat elektronik (Smartphone, satu kamera, satu netbook, ces-cesan, powerbank)
e.      Alat kemananan

And then... Sekarang............

Kami menikmati liburan dulu yaaaaa, semoga Allah memberkati. Amiennnn J




0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D