Pengalamanku Menghadapi Seleksi PPPK Jerman Tahap 1

Angin segar akan kabar perekrutan PPPK Guru membuat saya saat itu (2021) kian bersemangat, pokoknya saya harus belajar dari pengalaman pertama ikut seleksi CPNS 2019 lalu. Bagi saya, seleksi pertama begitu kurang ajar, karena saya berproses biasa saja, belajar sekedarnya, malas baca, baru sadar mau nyimak materi dari mereka para youtuber itu juga agak akhir, sebelum berlaga. 
https://gurupppk.kemdikbud.go.id/
https://gurupppk.kemdikbud.go.id/



Nilai saya dulu tidak jelek, totalnya 358, ada di peringkat 58 atau 85 ya saya lupa hehehehe, tetapi yang lebih bagus dari saya sangat banyak. Skor tertinggi pelamar guru bahasa Jerman di SMA N 6 Surakarta 400an po ya? Intinya nilainya tinggi lah dan persaingan pun begitu ketat, karena sekian ratus pelamar merebutkan satu posisi. Ya, terang sajalah kalau saya hanya bisa menggigit jari melihat pengumuman itu. 

Saya bisa mengontrol emosi, tidak kecewa setengah mati, karena saya punya KACA. Kaca itu namanya Bu Emi, rekan kerja satu sekolah yang belajarnya luar biasa, walaupun 5 menit, pasti ia akan sempatkan untuk mengerjakan soal latihan CPNS ataupun sekedar membaca.  Apa yang terjadi dengan saya? Saya banyak alasan, "aku sibuk ngurus ini, aku gak konsen belajar, aku ini dan itu." Wihihihi. Akhirnya, dia pun kini telah diangkat menjadi guru PNS di Banten sana. Itu baru soal belajar ya, selain itu banyaklah rajinnya dia yang bikin geleng-geleng.

Singkatnya, saya mulai membuka diri untuk belajar dan mengosongkan gelas. Nah, untungnya ada media belajar dari pemerintah, ini dia : 


pppk
pppk 

Program ini tersedia di portal ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Ya, bisa dibilang ini kayak kursus mandiri gitu lho, ada materi dan ada soal-soalnya. Nah, sebelum ikut program ini saya sudah pernah mengikuti program yang ini belajar seri pandemi

Agak lupa detailnya nih, tapi pokoknya program belajar ASN PPPK tu sempat dibuka beberapa kali dan ada try out-nya. Gak cuma untuk mata pelajaran Jerman aja ya.

mapel pppk 2021
mapel pppk 2021

Nah, dari sinilah kemudian saya bikin arsip soalnya, jaga-jaga aja kalau tiba-tiba program ini gak bisa diakses. Bisa cek PPPK Jerman di Blogku 

Selain itu referensi soal PPPK Bahasa Jerman masih sedikit, walau ada try-out, pikiran ini masih belum tenang dan terus meraba, ntar soalnya kayak apa ya.

Keputusan itu jugalah yang membuat saya bisa berkenalan dengan guru bahasa Jerman lain di Indonesia. Mengapa? Akhirnya berani bikin grup telegram dan berharap bisa berbagi + menerima soal dari sesama guru bahasa Jerman, tentu juga belajar bersama donk. Grup ini saya promosikan di blog dan youtube saya, alhamdulillah ada yang gabung, mulai 5, 7 orang dan sekarang 100an.

Karena hal tsb juga, saya DIPAKSA keadaan untuk mengumpulkan soal try out. Entah wangsit darimana, pokoknya dimulai aja dulu. Dari situ deh, mulai baca soal-soal B1 baik lama maupun baru. Terima kasih Netzwerk, Telc-Deutsch, DW, Goethe, schuebert verlag, dan siswa olimpiade bahasa Jerman sekolah, hehehe.

Nih saksinya hehehe 


Terima kasih teknologi :D

Di samping itu, saya juga tetap baca-baca teks Jerman, baik itu berita atau soal, nyimak berita Jerman dan  nonton film kesukaan saya ini walau uda ditonton berkali-kali. Filmnya ditonton ya, kocak.



Tidak lupa konsultasi sama ahli, kayak dosen Jerman, kolega, bekannte di Jerman, Kiki, sesama guru Jerman di Boyolali, join telegram, belajar dari youtube Mrs. Yura, Cispy, Darigmat Channel, fyi  kanal youtube tersebut mencerahkan terutama untuk belajar yang selain bahasa Jerman.

Nah....

Saya sangat bersyukur karena jumlah penyedia formasi bahasa Jerman di Boyolali lebih dari lima. Artinya, sesama guru Jerman di Boyolali tidak saling berebut. Bagusnya lagi, calon ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jerman langsung mengorganisir anggotanya. Kami diminta transparan agar satu sama lain tahu sekolah mana yang dipilih. Frau Rhea namanya. Lucunya, sekolah tempat kami mengajar malah tidak ada lowongan, malah SMK dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada SMK N 1 Mojosongo.

Pelaksanaan tes sempat ditunda dan sebetulnya makin hari makin bingung, soal macam apa yang akan keluar. FYI, soal yang teknis (pedagogi dan bahasa Jerman) terdiri dari 100, selain itu masih ada tes wawancara, manajerial , sosio kultural.

Jadwal tes pun keluar, saya dapat tanggal 17 September hari kamis. Berkat grup telegram yang saya ceritakan tadi, kami bisa cerita-cerita dan pada hari pertama saya jadi tahu banyak yang kecewa, sedih, dan ini tidak hanya pada mapel Jerman saja, hampir semua. Warum? Karena soal yang keluar tidak seperti dengan try out dari ayo guru berbagi. Soal Teknis Jerman semuanya bahasa Jerman dan ya betul kata beberapa dosen, ini soal setingkat B1.

Tidak semua kecewa kok, ada juga yang lulus dan mereka ini dengan baik mau bercerita soal apa saja yang keluar. Intinya banyak teksnya. Seperti try out ini


 

Di Situ ada beberapa soal yang keluar lho. Seingat saya, soal ini saya dapat dari arsip tahun 2009 dan itu ditransfer ke laptop saya pada 2016 lalu untuk keperluan persiapan olimpiade bahasa Jerman anak SMA. 

Mendengar cerita-cerita tadi, saya terdiam cukup lama dan mulai mengambil kumpulan soal B1 yang saya punya. Intinya saat itu saya menyiapkan mental dan tetap baca-baca text Jerman. Tibalah hari tes yang mendebarkan itu, entah kenapa saya seperti orang mau akad nikah, terbangun terus hanya untuk buang air kecil, grogi berat.

Sampai di Ruang tes saya malah kedinginan gara-gara AC, baju dan rok hitam yang saya pakai adalah hasil pinjaman ponakan dan bdw tidak bisa dikancingkan hak-nya karena perut menggelambir... bahkan kemeja putihnya mau lumayan sesak... hihi untung kerudungnya saya lebarkan biar tidak kelihatan.

Pokoknya sebelum tes, saya tidak mengerjakan soal lagi dan gak mau baca apapun, pikiran saya harus free dari segala macam gangguan. 

Saya sempat menargetkan nilai 400 untuk kompetensi teknis... kan soalnya 100, jika benar poinnya 5.
Ketika mengerjakan soal sampai nomor 20, saya bilang dalam hati, "ah sudahlah 370 gapapa"
Menit-menit terakhir, doa saya : Yang penting di atas nilai ambang batas (270) deh dan lulus.

Ada sekitar 20 soal yang saya tandai kuning (ragu-ragu) dan satu menit terakhir, saya masih sibuk menghijaukan pilihan jawaban, tangan saya gemetar ketakutan kalau semuanya ga ke-klik. Uda pasrahlah...

Untuk soal, ada beberapa teks yang membahas Altenheim dan Fluechling. Pada detik itu, saya tersenyum sambil menguatkan hati serta menahan emosi (jangan sampai teriak). "Gak sia-sia pernah kerja sosial di Jerman." Gimana ya, kayak ada De Javu saja, jadi bisa dijawab dengan baik dan saya yakin itu benar. (Lumayan buat nambah poin)

Sering membaca teks Jerman akan sangat membantu dalam pemahaman konteks. Hihihi, guru harus terus baca yaaa kan hehehe, gak cuma guru denk, semua.

nilaiku pppk jerman
nilaiku pppk jerman


Lega!

Setelah mengerjakan soal kurang lebih 3 jam, kami seruangan (isinya ga cuma guru Jerman tapi campur) mulai berisik karena tahu hasilnya. Ada yang bahagia, ada yang gelo karena nyaris melampaui batas minimal dan ada yang bingung. 

Pengawas ruangan tiba-tiba menyelamati saya, karena katanya saya tertinggi di sesi itu. Alhamdulillah...

Oya, tesnya saat itu juga di SMK N 1 Mojosongo. Sehari ada beberapa sesi dan saya lupa ada berapa total pesertanya per sesi. Banyaklah, karena kan yang ikut ini adalah guru honorer dari SD-SMA/SMK....

Pengumuman tahap 1 diawali dengan drama dan jajak pendapat, karena banyak yang protes akan nilai ambang batas yang terlalu tinggi dan soal yang di luar ekspetasi. Saya dan Pak Yoko (guru sejarah di Sekolah saya) kebetulan lulus murni malah ketar-ketir, takut kalau ada perubahan pengumuman dikarenakan desakan berbagai pihak. 

Namun, tidak demikian karena panitia tentu berupaya adil ya. Jadi kelulusannya tu gini, ada 3 kategori. Kategori 1 adalah yang lulus sesuai dengan syarat awal (nilai di atas ambang batas), terus kategori 2 itu ada nilai ambang batas baru contoh Jerman kan 270 terus diturunkan jadi 225 (saya agak lupa), jadi kalau yang kategori 1 gak lolos maka dicari yang memenuhi syarat kategori 2. Nah, yang kategori 3 tu yang afirmasi.... (paragraf ini mungkin akan saya edit lagi).

Adanya hal tersebut, membuat teman sejawat di Sekolah serta kawan-kawan seperjuangan saya banyak yang lolos tahap 1 karena masuk kategori 2... alhamdulillah... sukses bersama aaamin.

Eits, cerita belum usai karena sekarang kami yang lolos tahap 1 masih menunggu NIP dan pengangkatan hehehehehhe. Semoga segera!

Mari semakin bersemangat mengabdi pada Negeri :)

Danke, danke

Bersambung


FYI tulisan ini sudah mengendap sejak september 2021, sampai lupa alurnya


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalamanku Menghadapi Seleksi PPPK Jerman Tahap 1"

Post a Comment

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D