Bahas Pak Agung dan Siswa

Kepala Sekolah (KS)di Tempat saya baru saja pensiun. Ia resmi menjadi pemimpin kami sejak September 2019. Namun, baru akan berkenalan lebih jauh, tiba-tiba pandemi COVID-19 melanda. Pandemi ini yang bikin sekolah jadi daring selama hampir dua tahun. Dalam kondisi itu, kepala sekolah yang dulu namanya sering saya dengar karena prestasinya, harus menyesuaikan diri dan kami seakan punya jarak lho. Selama pandemi, kegiatan siswa bisa dibilang mati suri. Tetap ada, tapi ya berbeda. Hmm, jadi ya saat itu pak KS berprestasi tapi dengan cara yang berbeda. 

Bagi saya, Pak KS ini punya kharisma kuat. Ia bicara dengan pilihan diksi yang baik dan suaranya enak didengar. Kalimat yang paling berkesan darinya adalah Sebagai guru, seharusnya banyak memberikan kesempatan siswa untuk mencoba, tidak baik semuanya dimonopoli guru dan Yang berprestasi itu seharusnya tidak hanya siswa, tapi juga gurunya. Mengikuti kompetisi itu tidak harus selalu untuk mencari kemenangan, tapi untuk mengukur dan merefleksi diri. Hmm, dan jujur hal itu pulalah yang membuat saya berani ikut lomba guru pertama kali pada 2020. Pertama, belum menang, tapi kemudian 2021 dan insya Allah tahun selanjutnya membuat saya banyak berubah.

Ini salah satunya



Saya mulai sering bertemu dengannya, karena salah satu siswa masuk 100 besar nasional lomba Ki Hajar pada 2020 lalu. Itu adalah capaian tertinggi saat itu dan kami tidak menyangka. Pada babak akhir, yaitu karya ilmiah, siswa harus puas tidak masuk 10 besar. Hmmm, kami sampai pesan vidographer lho supaya alatnya menarik. Namun, mungkin kami terlalu fokus di penampilan. Konten dibuat mendadak hehehe. Nama siswanya adalah Jeannice Sandra Alica. Semoga Jeannie sukses yaaa!!!!!!!!!!!!! Maafkan saya, belum maksimal jadi guru pembimbing.



Itu titik balik juga dalam hidup saya. Mengenal Jeannice, dkk membuat saya merasa bahwa selama ini saya tu belum tahu apa-apa tentang siswa. Pandemi malah membantu saya makin sering berkolaborasi dengan siswa, terutama angkatannya Jeannie. (Uda mulai nangis nih nulisnya.... pokoknya saya berharap angkatan ini lebih sukses dan membawa perubahan kedepan).

Oh ya, kenapa Kihjar ini saya tulis? Karena prestasi ini sering disebut pak KS disetiap kesempatan. Termasuk kemarin saat perpisahannya pada 31 Maret lalu dan kebetulan saya tahu betul perjalanan ini. Sekali lagi, saya berdoa untuk Jeannie-dkk agar diberi kesuksesan dan kemudahan dalam hidupnya.

Nah, siapa sih kepala sekolah yang saya maksud ini?


Namanya adalah Bapak Agung Wardoyo. Siap Alih Tugas Sebagai Petani Pendidik

Biodata Pak Agung Wardoyo, radar solo
Pak Agung Wardoyo

Saya hormat kepada Pak Agung baik sebagai Atasan maupun Bapak. Ya, jujur banyak nasihatnya di Briefing pagi sebelum mengajar yang masuk ke hati, terutama 2 hal yang saya tulis di awal tadi.

Hal tersebut, membuat saya berpikir harus memberikan hadiah buatnya. Kalau barang jelas saya tidak percaya diri, pak Agung sudah punya segalanya menurut saya heheh. Pada 29/03 siswa saya lomba, saya sempat berharap ia masuk 3 besar dan bisa memberi kebanggan buat Pak Agung, Ehhh, tapi Tuhan itu selalu punya kejutan ya. 

Ia tetap juara kok buat saya, tapi ada di peringkat 4. Saya yang kebetulan ikut membimbing, hanya bisa tertawa dan lagi-lagi usul ke Jurinya untuk merencanakan adanya juara 1-6 hehehehehehehheheheh. Saya pernah usul begitu pada 2019, karena kebetulan siswa di peringkat 6. Ya Allah, memang kami itu harus banyak belajar ya :)





Pada senin (28/03), sebuah ide tercetus dan saya sampaikan pada wakasek+tim. Awalnya, maksud saya tidak ditangkap dengan jelas, tapi kemudian dibolehkan asal saya yang jadi koordinatornya. Batin saya tenang, karena saya kan tidak akan melaksanakan itu sendiri, namun rencana ini akan dijalankan SISWA kelas XII yang kebetulan sedang ujian sekolah,.

Kemudian, saya minta mantan ketua OSIS angkatan tersebut ketemu untuk koordinasi awal. Ini bisa dibilang mendadak dan pertama saya agak pesimis, apakah mereka mau melakukan ini.


Suka ma foto candid ini, difotoin pak TJ. Soalnya saya kelihatan kecil.

Alhamdulillah, mereka merespon dengan baik dan cepat menangkap apa yang dimaksud. Malah, mereka memodifikasi acara dengan baik. Luar biasa, kalian!!!!!!! Kembali,  kata-kata Pak Agung terbukti lagi. "Bapak-ibu guru, hanya perlu memancing siswa, memberi ruang dan kesempatan, apalagi di masa pandemi ini, mereka akan memberikan hal unik di luar ekspetasi bapak/ibu semua."

Ini memang bukan hal baru, kan? Tapi, jujur saya benar-benar bahagia dengan respon mereka saat itu.

"Frau, pakai ini ya ntar? Frau, nanti masuk grup kelas juga ya buat merayu teman seangkatan, frau nanti kami nata ini ya, kejutannya kaya gini ya?" "Tenang, frau uda kami koordinasi kok..., dll"

Padahal mereka lagi Ujian Sekolah lho dan kami baru ketemu lagi hari rabu siang. Kamis siang acara ini harus dilaksanakan. 

Angkatan 39 kemudian bikin ini



Sederhana bukan? Tapi, mempersiapkan ini semua benar-benar butuh kecermatan dan kesabaran. Saya tidak menyangka, kelas XII yang kalau ujian selesai pingin segera pulang, hari itu mereka mau menunggu beberapa jam di Sekolah. Padahal saya tahu, mereka kelaparan.

Panitia siswa benar-banar hebat. Apalagi mereka yang dibelakang layar :


Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII
Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII




Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII
Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII




Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII
Ini kelas XI dan X juga ikut bantu kelas XII

Artinya apa? Pak Agung memang ada di Hati mereka. Walau kami baru masuk Sekolah lagi secara terbatas dari semester kemarin.

Oya, tak hanya siswa. Kolaborasi ini dengan guru juga. Alhamdulillah, lancar... 

 Apresiasi terbesar saya kepada Siswa dan Pak Agung!

Bonus foto 

Acara spontan
Kolaborasi guru, terutama dengan Pak Yoko





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahas Pak Agung dan Siswa "

Post a Comment

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D